Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Sesi Lanjutan KTT G-20, Jokowi Soroti Pentingnya Transformasi Digital

A+
A-
0
A+
A-
0
Sesi Lanjutan KTT G-20, Jokowi Soroti Pentingnya Transformasi Digital

Presiden Jokowi saat membuka sesi ketiga KTT G-20 di Bali. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan transformasi digital perlu didorong guna mempercepat pemulihan perekonomian global.

Selama pandemi, ujar Jokowi, ekonomi digital telah berkontribusi sebesar 15,5% terhadap perekonomian global. Tak hanya menjadi penyokong pada masa pandemi, ekonomi digital juga membuka peluang bagi masyarakat kecil untuk turut serta dalam rantai pasok global.

Hanya saja, terdapat 3 hal yang harus menjadi fokus setiap negara. "Pertama, kesetaraan akses digital. Sebanyak 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73% penduduk negara kurang berkembang," ujar Jokowi ketika membuka pertemuan hari kedua KTT G-20, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga: Belanja Perpajakan untuk Program PC-PEN Capai Rp24 Triliun

Hingga saat ini, infrastruktur digital juga masih belum merata. Hal ini terbukti dengan masih adanya 390 juta orang yang tinggal di kawasan tanpa internet nirkabel.

"Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki. G-20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua," ujar Jokowi.

Kedua, literasi digital harus ditingkatkan agar semua orang dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital. "G-20 harus dapat menggerakkan kerja sama penguatan kapasitas digital bagi negara berkembang," ujar Jokowi.

Baca Juga: Wamenkeu Sebut Belanja PC-PEN Tembus Rp1.645 Triliun dalam 3 Tahun

Ketiga, negara-negara perlu berupaya menciptakan lingkungan yang aman, yakni dunia digital yang bebas dari hoaks dan perundungan siber.

"Untuk itu, keamanan digital dan perlindungan privasi harus dijamin. G20 harus mampu membangun kepercayaan sektor digital termasuk melalui tata kelola digital global," ujar Jokowi.

Jokowi mengimbau kepada negara-negara G-20 untuk bekerja sama memastikan agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata oleh semua pihak.

Baca Juga: Klaim Jokowi: Tidak Lockdown Saat Awal Covid adalah Langkah Tepat

"Saya mengundang kontribusi yang mulia untuk masa depan dunia digital yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua," ujar Jokowi. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : KTT G-20, Presidensi G-20 Indonesia, Bali, Jokowi, ekonomi digital, digitalisasi, pemulihan ekonomi

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 31 Desember 2022 | 16:19 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Bansos Tetap Lanjut Meski PPKM Dicabut

Jum'at, 30 Desember 2022 | 15:25 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PPKM Dicabut, Jokowi Pastikan Insentif Pajak Tetap Dilanjutkan

Jum'at, 30 Desember 2022 | 14:47 WIB
PENANGANAN COVID-19

PPKM Resmi Dicabut! Jokowi: Tidak Ada Lagi Pembatasan Kerumunan

Jum'at, 30 Desember 2022 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penerimaan Melonjak, Pemerintah Masih Punya PR Kejar Tax Ratio 15%

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Batas Restitusi Dipercepat Jadi Rp5 Miliar, Sri Mulyani Bilang Begini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:30 WIB
PP 50/2022

Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:00 WIB
KABUPATEN REMBANG

Kepala Desa Dikumpulkan Gara-Gara Validasi NIK dan NPWP, Ada Apa?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Penawaran Perdana SUN Khusus PPS Tahun Ini, Begini Hasilnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Ngeri! Bea Cukai dan Polri Sita Sabu 149 Kg Jaringan Malaysia-Aceh 

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T