Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Sekolah Swasta Minta Kenaikan Pajak Dibatalkan

A+
A-
1
A+
A-
1
Sekolah Swasta Minta Kenaikan Pajak Dibatalkan

Ilustrasi. 

MANILA, DDTCNews – Asosiasi Pendidikan Swasta (Private Educational Associations) Filipina mendesak Presiden Rodrigo Duterte untuk membatalkan kenaikan tarif pajak menjadi 25%.

Direktur Pelaksana Asosiasi Pendidikan Swasta Joseph Estrada mengatakan kebijakan itu akan menyebabkan tekanan lebih berat bagi sekolah swasta di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, Duterte perlu memberikan sikap yang mendukung pendidikan di sekolah swasta dalam pidato kenegaraan pekan depan.

"Ini akan menambah beban tambahan yang berat dan sangat merugikan banyak pemangku kepentingan sektor pendidikan swasta ketika sedang berjuang bertahan hidup di tengah pandemi," katanya, dikutip pada Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Karena Pajak, KPU Didesak Coret Anak Ferdinand Marcos sebagai Capres

Estrada mengatakan pemerintah tidak bisa membebankan pajak yang lebih tinggi bagi sekolah swasta, terutama di tengah pandemi. Oleh karena itu, poin yang memberi ruang pengenaan pajak lebih tinggi pada UU Pemulihan dan Insentif Pajak untuk Perusahaan (Corporate Recovery and Tax Incentives for Enterprises/CREATE) juga perlu diperbaiki.

Dia menilai Peraturan Biro Pendapatan Dalam Negeri (BIR) 5/2021 yang menaikkan tarif pajak berpotensi menyebabkan lebih banyak penutupan sekolah. Jika hal itu terjadi, para guru bisa kehilangan pekerjaan. Selain itu, beasiswa yang diterima siswa selama pandemi juga terhapus.

Estrada menyebut Asosiasi Pendidikan Swasta telah meminta dukungan DPR dan Senat agar pemerintah mempertimbangkan ulang kenaikan tarif pajak. Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Jeblok, Negara Ini Harus Tarik Utang Rp326,6 Triliun

Asosiasi berharap pemerintah dan Kongres bersedia mengubah bagian dari ketentuan pajak untuk memasukkan sekolah swasta sebagai penerima keringanan pajak sementara seperti yang diatur UU CREATE dalam 3 tahun ke depan.

"Hampir tidak mungkin bagi sektor pendidikan swasta untuk pulih tanpa bantuan pemerintah," ujarnya, seperti dilansir philstar.com.

Peraturan BIR 5/2021 mengatur kenaikan tarif pajak penghasilan pada lembaga pendidikan swasta. Surat Kepala BIR Caesar Dulay menyatakan insentif pajak pada UU CREATE tidak bisa diberikan kepada lembaga pendidikan yang berorientasi pada saham dan keuntungan, tetapi hanya menyasar lembaga pendidikan nirlaba dan nonsaham. (kaw)

Baca Juga: Perkembangan Tarif Pajak Penghasilan Orang Pribadi di Indonesia

Topik : Filipina, Rodrigo Duterte, tarif pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 15:00 WIB
FILIPINA

Negara Dapat Tambahan Penerimaan Pajak Rp2,1 T, dari Sini Asalnya

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:30 WIB
AUSTRIA

Tarif PPh Orang Pribadi Bakal Dipangkas Bertahap Hingga 2024

Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tarif PPh Badan Batal Diturunkan, Konsolidasi Fiskal Jadi Alasannya

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:00 WIB
FILIPINA

Tarif Baru Ditunda, Sekolah Swasta Menolak Dipungut Pajak

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:30 WIB
ITALIA

Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:30 WIB
PAKISTAN

Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:26 WIB
PMK 171/2021

PMK Baru, Sri Mulyani Atur Pelaksanaan Sistem SAKTI

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK