Review
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB
DDTC PODTAX
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

PSAK 72 Ciptakan Standar Tunggal Pengakuan Pendapatan

A+
A-
9
A+
A-
9
PSAK 72 Ciptakan Standar Tunggal Pengakuan Pendapatan

Kepala Program Studi Akuntansi Universitas Multimedia Nusantara Stefanus Ariyanto memaparkan materi dalam webinar series DDTC bertajuk “PSAK 72 dan Aspek Perpajakan”.

JAKARTA, DDTCNews – Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 akan menciptakan standar tunggal pengakuan pendapatan yang berlaku untuk sebagian besar kontrak dengan pelanggan.

Kepala Program Studi Akuntansi Universitas Multimedia Nusantara Stefanus Ariyanto mengungkapkan hal tersebut dalam webinar series DDTC bertajuk “PSAK 72 dan Aspek Perpajakan”. Stefanus menyebut PSAK 72 akan menggantikan banyak PSAK terdahulu dan diterapkan untuk hampir seluruh kontrak pelanggan.

“Secara umum PSAK 72 ini akan menggantikan semua PSAK yang mengatur tentang pengakuan pendapatan, kecuali terkait dengan kontrak sewa yang diatur PSAK 73 dan instrumen keuangan serta hak atau kewajiban kontraktual lain yang diatur PSAK 71, 65, 66, 15, dan 4,” jelasnya, Jumat (14/8/2020)

Baca Juga: Menyoal Konsep BUT pada Era Digitalisasi

Secara lebih terperinci, PSAK 72 merupakan adopsi IFRS 15 dan akan menggantikan PSAK 34 tentang Kontrak Konstruksi, PSAK 32 tentang Pendapatan, ISAK 10 tentang Program Loyalitas Pelanggan, ISAK 21 tentang Perjanjian Konstruksi Real Estate, serta ISAK 27 tentang Pengalihan Aset dari Pelanggan.

Stefanus melanjutkan pemaparannya dengan menjabarkan lima tahapan pengakuan pendapatan dalam PSAK 72. Pertama, mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan. Tahapan ini pada intinya mengidentifikasi apakah kontrak yang dilakukan memenuhi definisi pendapatan dalam PSAK 72.

Kedua, mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan (performance obligation). Kewajiban pelaksanaan adalah janji untuk menyerahkan barang dan jasa yang dapat dibedakan berdasarkan dua kriteria, yaitu dapatkah dibedakan (distinct) dan dapat dibedakan dalam konteks kontrak.

Baca Juga: Lebih Bayar Akibat Perubahan Diskon Angsuran PPh Pasal 25

Ketiga, menentukan harga transaksi. Terdapat beberapa hal yang harus ditekankan, diantaranya imbalan yang terutang kepada pelanggan seperti diskon atau kupon, komponen pendanaan signifikan, imbalan variabel dan pembatasnya, dan imbalan nonkas.

Keempat, mengalokasikan harga transaksi dalam kewajiban pelaksanaan. Stefanus berujar terdapat beberapa kemungkinan penggunaan harga, yaitu dengan mengalokasikan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif atau dengan menentukan harga jual berdiri sendiri.

Kelima, mengakui pendapatan. Entitas mengakui pendapatan ketika atau selama entitas memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan yaitu aset kepada pelanggan.

Baca Juga: Masa Pandemi Jadi Momentum Perbaikan Kontrak Fiskal dengan Wajib Pajak

Stefanus menjelaskan aset dapat dialihkan ketika atau selama pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut. Hal ini berarti pendapatan dapat diakui pada waktu tertentu (at a point in time) atau sepanjang waktu (over time).

Lebih lanjut, Stefanus memaparkan penjelasan terkait dengan penyajian kontrak dalam laporan posisi keuangan, serta biaya kontrak. Dalam bagian penutup pemaparannya, dia menyebut terdapat enam isu khusus terkait dengan PSAK 72.

“Isu-isu khusus tersebut terkait dengan penjualan dengan hak retur, principal vs agent, perjanjian beli kembali, konsinyasi, dan bill and hold,” pungkasnya

Baca Juga: Insentif PPN DTP atas Penyerahan Kertas

Partner of Tax Research & Training Services DDTC B. Bawono Kristiaji dalam pidato sambutannya (opening speech) mengatakan pembahasan terkait dengan implementasi PSAK 72 tidak terlepas dari bagaimana implikasi penerapan PSAK 72 terhadap perpajakan

“Standar pengakuan pendapatan ini mengadopsi IFRS 15 yang dalam praktiknya akan ada 5 tahapan mulai dari mengidentifikasi kontrak sampai dengan mengakui pendapatan. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana implikasinya terhadap aspek perpajakan,” ungkap Bawono.

Webinar ini merupakan seri kesepuluh dari 14 webinar yang diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-13 DDTC yang jatuh pada 20 Agustus. Webinar ini diselenggarakan bersama 15 perguruan tinggi dari 26 perguruan tinggi yang telah menandatangani kerja sama pendidikan dengan DDTC.

Baca Juga: Yuk Ikut! Lomba Infografis, Video dan Fotografi Berhadiah Rp65 Juta

Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti webinar seri selanjutnya, informasi dan pendaftaran bisa dilihat dalam artikel ‘Sambut HUT ke-13, DDTC Gelar Free Webinar Series 14 Hari! Tertarik?'. (kaw)

Topik : PSAK 72, pengakuan pendapatan, aset, akuntansi, DDTC, webinar, Universitas Multimedia Nusantara
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 04 September 2020 | 10:14 WIB
INDONESIA TAXATION QUARTERLY REPORT Q2-2020
Kamis, 03 September 2020 | 20:12 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Kamis, 03 September 2020 | 14:44 WIB
INDONESIA TAXATION QUARTERLY REPORT Q2-2020
Rabu, 02 September 2020 | 11:55 WIB
DDTC PODTAX
berita pilihan
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 22 September 2020 | 17:15 WIB
PP 50/2020
Selasa, 22 September 2020 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 16:22 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:39 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 September 2020 | 15:11 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:08 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024