Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Polisi Kantongi 4 Nama Tersangka Penggelapan PKB

A+
A-
0
A+
A-
0
Polisi Kantongi 4 Nama Tersangka Penggelapan PKB

PEKANBARU, DDTCNews – Perkembangan kasus penggelapan pajak kendaraan bermotor (PKB) memasuki babak baru setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau resmi menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus penggelapan pajak kendaraan bermotor (PKB) seusai gelar perkara beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur A. Tejo menyatakan Sub-Direktorat III Reskrimsus baru saja menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan, pasalnya 3 alat bukti yang berhasil dikumpulkan dinilai sudah lengkap.

“Pemeriksaan masih berjalan, minggu depan keempat tersangka akan kita panggil. Mengenai identitasnya belum bisa kami ungkap, nanti saja. Sampai saat ini, dari 400 wajib pajak 200 di antaranya sudah dimintai keterangan, ”ujarnya, Rabu (13/7).

Baca Juga: Ada Diskon 25% Pajak Hotel dan Restoran

Sebelumnya, pemeriksaan telah dilakukan terhadap beberapa saksi seperti pegawai honorer Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau, biro jasa pengurusan surat kendaraan, agen penjual mobil (showroom), Ditlantas Polda Riau, dan pihak PT Jasa Raharja guna merampungkan kelengkapan berkas.

Dalam kasus ini, diduga biro jasa berperan sebagai perantara yang melobi petugas Dispenda untuk mengurangi jumlah PKB yang harus dibayar. Biro jasa yang terlibat dalam perkara ini diperkirakan jumlahnya lebih dari satu.

Kasus ini bermula dari laporan wajib pajak yang merasa ada keganjilan pada lembar surat ketetapan pajak daerah (SKPD) yang berada di belakang surat tanda nomor kendaraan (STNK), pasalnya SKPD tersebut tidak dilengkapi paraf korektor dan tahun penerbitannya mengalami lompatan yang tidak semestinya.

Baca Juga: Pengusaha Bisa Dapat Insentif Pajak Tanpa Ajukan Surat Permohonan

Setelah ditelusuri, polisi menemukan keganjilan serupa terhadap 400 SKPD kendaraan roda empat. Seperti dilansir goriau.com, praktik manipulasi ini diduga sudah dilakukan sejak 2014. Hingga saat ini Polda telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau terkait dengan perhitungan taksiran kerugian yang ditimbulkan. (Amu)

Topik : pajak daerah, pajak kendaraan bermotor, riau
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 13 Mei 2020 | 15:21 WIB
KABUPATEN BONE BOLANGO
Rabu, 13 Mei 2020 | 14:49 WIB
KABUPATEN TAKALAR
Selasa, 12 Mei 2020 | 14:13 WIB
KOTA YOGYAKARTA
Selasa, 12 Mei 2020 | 12:28 WIB
KABUPATEN BANDUNG
berita pilihan
Rabu, 27 Mei 2020 | 12:14 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 27 Mei 2020 | 11:28 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 27 Mei 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 10:19 WIB
REALISASI INVESTASI