Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Perusahaan Berteknologi Tinggi Diganjar Insentif

0
0

TAK bisa disangkal, China adalah kekuatan ekonomi ekonomi baru yang tidak bisa tak diperhitungkan. Saat krisis keuangan global 2008 menghantam Asia, China-lah—bukan Amerika Serikat atau Eropa—yang dengan stimulusnya tampil sebagai penyelamat perekonomian global.

China-lah, dengan lompatan perekonomian yang mengagumkan dalam 10 tahun terakhir, yang membuat pemulihan perekonomian Indonesia dan Asia umumnya dari krisis keuangan 2008 itu menjadi 'sama sekali tak berhubungan' dengan hiruk-pikuk di Wall Street atau London.

Situasinya kembali berulang dalam 2-3 tahun terakhir. Perlambatan ekonomi China yang disengaja nyata ikut menyeret turun perekonomian Asia, justru saat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa mulai mendaki, meski belum merata dan stabil sepenuhnya.

Baca Juga: Duh, Kinerja Perdagangan Indonesia Tergantung Faktor Ini

Sistem Perpajakan

MENYADARI transisinya yang tengah menuju negara maju, China pun bersiap diri untuk mendasarkan pertumbuhan ekonominya pada kemajuan teknologi, tetapi tanpa meninggalkan basis ekonominya yang lain, yaitu perdagangan dan komoditas.

Untuk itu, China mulai menerapkan berbagai insentif untuk perusahaan berbasis teknologi. Terhitung sejak 1 Juli 2010 - 31 Desember 2018, China memberlakukan tarif PPh badan 15% untuk perusahaan dengan kriteria ‘baru dan berteknologi tinggi’ atau yang beroperasi di wilayah barat China.

Baca Juga: Tarif PPN Manufaktur & Konstruksi Bakal Dipangkas

Untuk mendorong produktivitasnya, China menerapkan tarif pajak progresif sebanyak 7 tingkat dari 3% menjadi 45% untuk penghasilan dari upah dan gaji.. Memang, kebijakan ini juga sempat menuai protes dari kalangan industrialis domestiknya.

Sebab pada saat yang sama, China juga menerapkan tarif pajak progresif 5 tingkat dari 5%-35% untuk pendapatan dari produksi dan bisnis, pendapatan dari kontrak atau operasi yang disewakan, dan tarif pajak tetap 20% diterapkan untuk semua jenis penghasilan lainnya. (Sumber: IMF & World Bank-2016/ Bsi)

Data Perpajakan China
Uraian Keterangan
Ideologi Komunis, liberal
PDB nominal US$10.982,83 miliar (2015)
Pertumbuhan ekonomi 6,9% (2015)
Populasi 1.371 milyar juta jiwa (2015)
Tax ratio 22%
Otoritas pajak The State Administration of Taxation
Sistem perpajakan Self assessment
Tarif PPh badan 25%
Tarif PPh orang pribadi 3% - 45%
Tarif PPN 17%
Tarif pajak bunga 10%
Tarif pajak royalti 10%
Tax treaty 100 negara
Baca Juga: BI Buka Kantor Perwakilan di Beijing

Situasinya kembali berulang dalam 2-3 tahun terakhir. Perlambatan ekonomi China yang disengaja nyata ikut menyeret turun perekonomian Asia, justru saat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa mulai mendaki, meski belum merata dan stabil sepenuhnya.

Baca Juga: Duh, Kinerja Perdagangan Indonesia Tergantung Faktor Ini

Sistem Perpajakan

MENYADARI transisinya yang tengah menuju negara maju, China pun bersiap diri untuk mendasarkan pertumbuhan ekonominya pada kemajuan teknologi, tetapi tanpa meninggalkan basis ekonominya yang lain, yaitu perdagangan dan komoditas.

Untuk itu, China mulai menerapkan berbagai insentif untuk perusahaan berbasis teknologi. Terhitung sejak 1 Juli 2010 - 31 Desember 2018, China memberlakukan tarif PPh badan 15% untuk perusahaan dengan kriteria ‘baru dan berteknologi tinggi’ atau yang beroperasi di wilayah barat China.

Baca Juga: Tarif PPN Manufaktur & Konstruksi Bakal Dipangkas

Untuk mendorong produktivitasnya, China menerapkan tarif pajak progresif sebanyak 7 tingkat dari 3% menjadi 45% untuk penghasilan dari upah dan gaji.. Memang, kebijakan ini juga sempat menuai protes dari kalangan industrialis domestiknya.

Sebab pada saat yang sama, China juga menerapkan tarif pajak progresif 5 tingkat dari 5%-35% untuk pendapatan dari produksi dan bisnis, pendapatan dari kontrak atau operasi yang disewakan, dan tarif pajak tetap 20% diterapkan untuk semua jenis penghasilan lainnya. (Sumber: IMF & World Bank-2016/ Bsi)

Data Perpajakan China
Uraian Keterangan
Ideologi Komunis, liberal
PDB nominal US$10.982,83 miliar (2015)
Pertumbuhan ekonomi 6,9% (2015)
Populasi 1.371 milyar juta jiwa (2015)
Tax ratio 22%
Otoritas pajak The State Administration of Taxation
Sistem perpajakan Self assessment
Tarif PPh badan 25%
Tarif PPh orang pribadi 3% - 45%
Tarif PPN 17%
Tarif pajak bunga 10%
Tarif pajak royalti 10%
Tax treaty 100 negara
Baca Juga: BI Buka Kantor Perwakilan di Beijing
Topik : profil negara, profil perpajakan china, china
artikel terkait
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA
Rabu, 30 Januari 2019 | 17:10 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KANADA
Selasa, 22 Januari 2019 | 16:40 WIB
PROFIL PERPAJAKAN RUMANIA
Selasa, 27 November 2018 | 10:52 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BULGARIA
berita pilihan
Kamis, 06 Oktober 2016 | 18:01 WIB
PROFIL PERPAJAKAN QATAR
Senin, 24 Oktober 2016 | 17:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN UZBEKISTAN
Jum'at, 23 September 2016 | 11:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN IRAK
Senin, 21 November 2016 | 18:32 WIB
PROFIL PERPAJAKAN AUSTRALIA
Senin, 26 September 2016 | 20:59 WIB
PROFIL PERPAJAKAN LEBANON
Selasa, 11 Oktober 2016 | 09:55 WIB
PROFIL PERPAJAKAN OMAN
Selasa, 29 November 2016 | 10:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BELANDA
Kamis, 03 November 2016 | 17:59 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KYRGYZSTAN
Selasa, 08 November 2016 | 06:37 WIB
PROFIL PERPAJAKAN TURKMENISTAN
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA