Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Per Mei 2021, Neraca Dagang Indonesia Kembali Cetak Surplus

A+
A-
0
A+
A-
0
Per Mei 2021, Neraca Dagang Indonesia Kembali Cetak Surplus

Ilustrasi. Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/4/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$2,36 miliar pada Mei 2021, sekaligus menjadi surplus tertinggi dalam tahun berjalan ini.

"Selama 13 bulan secara beruntun, neraca perdagangan Indonesia keluar hasil membukukan surplus. Performanya sangat bagus sekali," kata Kepala BPS Suhariyanto melalui konferensi video, Selasa (15/6/2021).

Pada Mei 2021, nilai ekspor tercatat US$16,60 miliar atau naik 59% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun kinerja ekspor sepanjang Januari-Mei 2021 mencapai US$83,99 miliar, naik 31% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: DPR Akan Adakan Fit And Proper Test CHA pada Masa Sidang Ini

Ekspor migas pada Mei 2021 tercatat hanya US$936,6 juta, sedangkan nonmigas mencapai US$15,66 miliar. Khusus pada ekspor nonmigas, terjadi kenaikan hingga 58,30% dibandingkan dengan kinerja ekspor pada Mei 2020.

"Kenaikan nilai ekspor pada Mei 2021 secara year-on-year mengalami kenaikan yang impresif," ujar Suhariyanto.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari hingga Mei 2021 yakni China senilai US$3,47 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,70 miliar dan Jepang US$1,10 miliar.

Baca Juga: Ingat! Penghasilan Bunga dari Pinjol Harus Dilaporkan di SPT Tahunan

Sementara itu, nilai impor pada Mei 2021 tercatat US$14,23 miliar atau naik 69% dari periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, impor migas menyumbang US$2,06 miliar dan impor nonmigas menyumbang US$12,17 miliar.

Berdasarkan data BPS, negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Mei 2021 di antaranya China senilai US$20,56 miliar, diikuti Jepang US$5,28 miliar, serta Korea Selatan US$3,71 miliar.

Menurut golongan penggunaan barang, Suhariyanto menyebut terjadi kenaikan nilai impor pada Januari hingga Mei 2021 terhadap periode yang sama 2020, yakni pada barang konsumsi 23,97%, bahan baku/penolong 24,14%, serta barang modal 15,13%.

Baca Juga: Harga Rokok Terdampak Kenaikan Tarif PPN, Begini Temuan TPIP

"Yang tertinggi [kenaikannya] adalah impor bahan baku atau penolong, di mana 24,14%, menandakan bahwa manufaktur di Indonesia mulai bergeliat dan itu bisa dilihat angka PMI Indonesia pada Mei 2021 yang menembus level 55,3," tuturnya. (rig)

Topik : bps, neraca perdagangan, ekspor, impor, indikator ekonomi, pemulihan ekonomi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 17 Mei 2022 | 13:00 WIB
KEWAJIBAN PAJAK

DJP Colek Warganet yang Ngaku Dapat Rp2,5 Juta per Hari dari Kripto

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:30 WIB
KINERJA PERDAGANGAN

Beruntun 24 Bulan, Neraca Dagang April 2022 Surplus US$7,56 Miliar

berita pilihan

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:30 WIB
KP2KP BONTOSUNGGU

Petugas One on One Lagi, Ingatkan Soal Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Kunjungi Toko Kosmetik, AR Jelaskan Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:30 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

DPR Akan Adakan Fit And Proper Test CHA pada Masa Sidang Ini

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:30 WIB
TINGKAT INFLASI

Harga Rokok Terdampak Kenaikan Tarif PPN, Begini Temuan TPIP

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:30 WIB
KOREA SELATAN

Konsumsi Masyarakat Membaik, Penerimaan Pajak Korea Selatan Melejit

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:18 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Sri Mulyani ke DPR, Banggar Setujui Perubahan Postur APBN 2022