JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menjalankan peran sebagai community protector dengan memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang yang termasuk dalam pelarangan dan pembatasan (lartas), termasuk narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP).
Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan upaya meningkatkan pengawasan terhadap NPP dilakukan melalui kerja sama lintas instansi pemerintah. Menurutnya, sinergi tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh sejak barang ataupun orang masuk ke wilayah Indonesia.
"Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pengawasan yang semakin kompleks," ujarnya, dikutip pada Jumat (23/1/2026).
Budi menyampaikan kerja sama lintas instansi antara lain dilakukan oleh 2 unit vertikal DJBC, yaitu Kantor Bea Cukai Belawan dan Kantor Bea Cukai Palangkaraya. Menurutnya, peran strategis ini akan menjadi dasar evaluasi dan penguatan kebijakan pengawasan DJBC ke depan.
Dalam menjalankan pengawasan ini, Kantor Bea Cukai Belawan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan. Koordinasi kedua instansi mencakup pengawasan pemasukan barang, pertukaran data dan informasi, serta evaluasi pelaksanaan pengawasan yang telah berjalan.
"Sinergi dengan BPOM memastikan aspek kepabeanan dan keamanan produk dapat diawasi secara komprehensif," tutur Budi.
Sementara itu, Kantor Bea Cukai Palangkaraya memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memberantas peredaran gelap narkotika. Kedua institusi fokus untuk mengatasi tantangan pengawasan dan memetakan potensi penyelundupan narkotika melalui jalur kepabeanan dan lintas wilayah.
Budi menilai pengawasan peredaran NPP membutuhkan sistem yang terintegrasi dan berlapis, mengingat modus penyelundupan makin variatif. Oleh karena itu, Kantor Bea Cukai serta BNNP Kalteng berkomitmen memperkuat koordinasi, kerja sama operasional, serta pertukaran informasi dalam pengawasan.
"Melalui penguatan sinergi di Belawan dan Palangkaraya, Bea Cukai berharap pengawasan terhadap obat, makanan, dan narkotika dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," tutup Budi. (dik)
