JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menjalankan fungsi trade facilitator melalui pendampingan kepada pelaku usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.
Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan unit vertikal bea dan cukai memberikan asistensi di berbagai daerah agar produk buatan lokal menembus pasar global. Petugas juga memastikan pelaku usaha tidak mengalami kesulitan saat menjalani prosedur ekspor.
"Melalui asistensi dan edukasi yang berkelanjutan, kami mendorong pelaku UMKM agar lebih percaya diri melakukan ekspor secara mandiri, tanpa terkendala prosedur maupun biaya asistensi," ujarnya, dikutip pada Minggu (18/1/2026).
Budi menjelaskan kali ini kegiatan pendampingan dilakukan oleh 2 unit vertikal DJBC Magelang dan Probolinggo. Di Kabupaten Wonosobo, Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Magelang mengunjungi KUB Berkah Mandiri, UMKM pengolah buah carica.
Produk olahan khas Wonosobo ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi diminati pula oleh buyer luar negeri. Budi mengatakan banyak produk daerah memiliki potensi besar untuk menembus pasar global bila didukung dengan pemahaman regulasi yang memadai.
"Pendampingan tersebut dilakukan melalui diskusi langsung, sosialisasi ketentuan ekspor, serta sinergi dengan instansi terkait," jelasnya.
Selanjutnya, Bea dan Cukai Probolinggo turut mendukung ekspor yang ramah lingkungan. Caranya, petugas memberikan sosialisasi dalam kegiatan pembahasan ekspor Fly Ash and Bottom Ash (FABA) atau material limbah hasil proses pembakaran batu bara.
Budi menerangkan optimalisasi ekspor FABA bertujuan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, juga mendorong pemanfaatan limbah industri secara produktif. Menurutnya, edukasi mengenai ekspor dengan prinsip keberlanjutan lingkungan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Ekspor FABA yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah industri sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik," imbuhnya. (rig)
