Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 13 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Jadi 4 Persen

A+
A-
1
A+
A-
1
OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Jadi 4 Persen

Kantor Pusat OECD di Paris, Prancis. (foto: oecd.org)

PARIS, DDTCNews – Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan menjadi 4% dari prediksi sebelumnya sebesar 5,3%.

Berdasarkan laporan OECD yang berjudul OECD Economic Outlook - December 2020, OECD juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi -2,4% dari prediksi sebelumnya sebesar -3,3%.

"Rebound pada 2021 akan terjadi secara parsial seiring dengan pelonggaran protokol kesehatan," tulis OECD dalam laporannya seperti dilansir keepeek.com, dikutip Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Perpanjangan Masa Pemberian Insentif Pajak Covid-19 Jadi Terpopuler

Menurut OECD, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum membaik membuat optimisme konsumen dan pelaku bisnis cenderung rendah tahun depan. Imbasnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi terhadap penghasilan dan standar hidup masyarakat.

Selain itu, OECD memperkirakan konsumsi rumah tangga akan terus tertekan hingga tahun depan bila pemerintah masih lambat merealisasikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi, arus investasi diperkirakan masih belum menemukan momentumnya pada 2021.

Meski demikian, perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi pada tahun depan bila vaksinasi bisa dilaksanakan dengan lancar dan lebih cepat dari ekspektasi. Vaksinasi ini juga akan mengerek kunjungan wisman pada tahun depan, sekaligus memulihkan sektor pariwisata.

Baca Juga: Korporasi Multinasional Minta OECD Sederhanakan Skema Pajak Digital

OECD juga menilai disahkannya UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan disepakatinya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) berpotensi meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

"Omnibus law merupakan reformasi yang signifikan. Regulasi ini membuat pasar tenaga kerja lebih fleksibel dengan mengurangi ketentuan-ketentuan yang selama ini menjadi disinsentif bagi korporasi untuk mempekerjakan tenaga kerja dalam waktu lama," tulis OECD.

Bila diimplementasikan dengan baik, lanjut OECD, UU Cipta Kerja dapat menciptakan pemulihan ekonomi yang inklusif melalui penciptaan lapangan kerja dan pembangunan yang sejalan dengan prinsip-prinsip lingkungan. (rig)

Baca Juga: Pengemplang Pajak Rp265 Juta Ditahan Kejari Tangsel

Topik : oecd, proyeksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia, pandemi corona, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:01 WIB
PMK 226/2020
Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:01 WIB
PENCUCIAN UANG
Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:08 WIB
INGGRIS
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:53 WIB
PERDAGANGAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:44 WIB
KENYA
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:40 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN