A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/PHPSESSID9pmtsoselkdjdlvab5d81s4u70): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /var/www/html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /var/www/html/index.php
Line: 292
Function: require_once

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Jadi 4 Persen
Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Jadi 4 Persen

A+
A-
1
A+
A-
1
OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Jadi 4 Persen

Kantor Pusat OECD di Paris, Prancis. (foto: oecd.org)

PARIS, DDTCNews – Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan menjadi 4% dari prediksi sebelumnya sebesar 5,3%.

Berdasarkan laporan OECD yang berjudul OECD Economic Outlook - December 2020, OECD juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi -2,4% dari prediksi sebelumnya sebesar -3,3%.

"Rebound pada 2021 akan terjadi secara parsial seiring dengan pelonggaran protokol kesehatan," tulis OECD dalam laporannya seperti dilansir keepeek.com, dikutip Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Dapat Resititusi Pajak Rp1,3 T, Warga Kota Ini Tak Rasakan Manfaatnya

Menurut OECD, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum membaik membuat optimisme konsumen dan pelaku bisnis cenderung rendah tahun depan. Imbasnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi terhadap penghasilan dan standar hidup masyarakat.

Selain itu, OECD memperkirakan konsumsi rumah tangga akan terus tertekan hingga tahun depan bila pemerintah masih lambat merealisasikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi, arus investasi diperkirakan masih belum menemukan momentumnya pada 2021.

Meski demikian, perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi pada tahun depan bila vaksinasi bisa dilaksanakan dengan lancar dan lebih cepat dari ekspektasi. Vaksinasi ini juga akan mengerek kunjungan wisman pada tahun depan, sekaligus memulihkan sektor pariwisata.

Baca Juga: Terbit Surat Edaran Soal P3B, KPP Diminta Samakan Pemahaman

OECD juga menilai disahkannya UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan disepakatinya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) berpotensi meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

"Omnibus law merupakan reformasi yang signifikan. Regulasi ini membuat pasar tenaga kerja lebih fleksibel dengan mengurangi ketentuan-ketentuan yang selama ini menjadi disinsentif bagi korporasi untuk mempekerjakan tenaga kerja dalam waktu lama," tulis OECD.

Bila diimplementasikan dengan baik, lanjut OECD, UU Cipta Kerja dapat menciptakan pemulihan ekonomi yang inklusif melalui penciptaan lapangan kerja dan pembangunan yang sejalan dengan prinsip-prinsip lingkungan. (rig)

Baca Juga: Sri Mulyani Komitmen Tekan Defisit di Bawah Target APBN, Ini Alasannya

Topik : oecd, proyeksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia, pandemi corona, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:30 WIB
INVESTASI ASING

Bertemu PM Singapura, Jokowi Kantongi Komitmen Investasi Rp132 Triliun

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:30 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN

Insentif dari Kawasan Berikat dan KITE Sudah Terserap Rp47 Triliun

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:00 WIB
PP 3/2022

Konfirmasi Transaksi Saham Hingga Rp10 Juta Kini Bebas Bea Meterai

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:00 WIB
INDIA

Pengusaha Minta Kredit Pajak Masukan Segera Dipulihkan

berita pilihan

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:41 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Wajib Pajak UMKM Bisa Catat Omzet dan Buat Kode Billing di Fitur Ini

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:30 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Giliran Nasabah Bank Jadi Sasaran Petugas Pajak Promosikan PPS

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:49 WIB
KOTA BANJARMASIN

Perda Baru Dirancang, Atur Pungutan Pajak Atas Perdagangan Online

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Terbit Surat Edaran Soal P3B, KPP Diminta Samakan Pemahaman

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Terlalu Sering Ditanya Soal Pajak Kendaraan, Begini Jawaban DJP

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Simak! Ini Deret Stimulus untuk Pulihkan Sektor Otomotif dan Properti

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Pasal 21 Naik, Kemenkeu: Upah Pegawai Mulai Membaik

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sambut Pajak Minimum Global, Insentif Pengganti Tax Holiday Belum Siap