Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 13 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Mencari 'Jalan Tengah' dalam Mendorong Masyarakat Taat Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Mencari 'Jalan Tengah' dalam Mendorong Masyarakat Taat Pajak

PAJAK merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara. Namun, tidak jarang beberapa dari kita mempertanyakan alasan mengapa harus membayar pajak dan justru memilih untuk menghindari kewajiban tersebut.

Hal-hal semacam ini yang kemudian dibahas dalam buku berjudul A Fair Share of Tax: A Fiscal Anthropology of Contemporary Sweden yang ditulis Lotta Björklund Larsen. Lantas, apa yang membuat buku ini menarik untuk dibaca?

Buku ini mengambil perspektif wajib pajak dalam membahas hubungan dalam kegiatan perpajakan dengan negaranya. Dalam bukunya ini, Larsen menawarkan gagasan untuk dapat memahami berbagai bentuk kepatuhan dan kecurangan yang ada dalam kegiatan perpajakan.

Baca Juga: Dorong WP Bayar Pajak, Pemkot Ingatkan Ancaman Denda 4 Kali Lipat

Dia menilai berbagai sudut pandang seperti perspektif hukum, eksperimen psikologis, dan berbagai survei penelitian perlu dilihat terlebih dahulu untuk bisa memahami bentuk kepatuhan dan kecurangan yang ada di dalam kegiatan perpajakan.

Larsen mengenalkan konsep ‘timbal balik’ yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan dalam penelitian mengenai kepatuhan pajak. Dengan konsep tersebut, pembaca diajak untuk mengeksplorasi makna serta berbagai implikasi penelitian kepatuhan pajak secara etnografis.

Isu utama yang diangkat penulis yaitu mengenai perselisihan yang dipengaruhi oleh perspektif ‘timbal balik’. Perselisihan yang dimaksud timbul akibat adanya ketidakpuasan dari beberapa wajib pajak menyangkut manfaat yang tidak sebanding dengan nilai pajak yang dibayarkan.

Baca Juga: Menguak Keberhasilan Sistem Pajak yang 'Kontroversial'

Setiap pembahasan dipaparkan penulis dengan disertai beragam kasus empiris dengan tujuan agar masing-masing teori yang disajikan tidak bernuansa retorika semata. Sebagian besar kasus-kasus yang dimuat di dalam buku ini merupakan peristiwa yang diambil dari hasil penelitian di Swedia.

Alasan penulis memilih Swedia lantaran masyarakatnya tergolong patuh dalam konteks pajak. Selain itu, masyarakat Swedia juga tergolong memiliki tingkat kepercayaan yang relatif tinggi, baik terhadap pemerintah maupun sesama warganya.

Namun demikian, praktik-praktik penghindaran pajak di negara masih kerap ditemukan. Alasan lain, Swedia merupakan negara dengan tarif pajak yang tinggi menjadikan kasus-kasus empiris di negara yang bersangkutan menarik untuk menjadi bahasan penelitian di dalam buku ini.

Baca Juga: Ada Isu Pajak, Izin Operasi Perusahaan Inggris Diminta Diperketat

Kasus-kasus tersebut dipilih berdasarkan etnografi dari dua praktik perpajakan yang berlawanan. Pertama, menyangkut kepatuhan pajak. Penulis menyajikan studi soal keberhasilan Swedia menjaga kepatuhan pajak dari analis, auditor, ahli hukum, dan otoritas pajak.

Kedua, terkait dengan praktik kecurangan pajak. Penulis menyajikan perspektif dari kalangan pekerja warga yang berusia paruh baya. Dalam kasus-kasus yang disajikan, diulas pula alasan dan bagaimana mereka menjustifikasi praktik-praktik kecurangan pajak yang mereka lakukan.

Pada hakikatnya, cara terbaik menemukan solusi dari suatu permasalahan adalah dengan menemukan titik tengah yang dirasa paling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk itu, buku ini menarik untuk dibaca karena menyajikan dua perspektif berbeda.

Baca Juga: Mendalami Cara Hakim dalam Memutus Suatu Perkara

Guna menemukan titik tengah dari permasalahan yang timbul dalam hubungan perpajakan, buku ini bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi akademisi, aparat pemerintah, serta masyarakat umum secara luas. Tertarik membaca buku ini? Silakan Anda baca langsung di DDTC Library. (rig)

Topik : resensi, jurnal, buku, literasi, kebijakan pajak, kepatuhan pajak, kecurangan pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 04 Januari 2021 | 10:48 WIB
LAPORAN BELANJA PERPAJAKAN 2019
Jum'at, 01 Januari 2021 | 13:36 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 31 Desember 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:01 WIB
PMK 226/2020
Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:01 WIB
PENCUCIAN UANG
Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:08 WIB
INGGRIS
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:53 WIB
PERDAGANGAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:44 WIB
KENYA
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:40 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN