Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Luncurkan Paket Stimulus, Malaysia Alokasikan Dana Hingga Rp52 Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Luncurkan Paket Stimulus, Malaysia Alokasikan Dana Hingga Rp52 Triliun

Ilustrasi. (DDTCNews)

KUALA LUMPUR, DDTCNews – Pemerintah Malaysia meluncurkan paket stimulus yang berisi 22 insentif untuk menangani pandemi Covid-19 dengan alokasi anggaran senilai RM15 miliar atau setara dengan Rp52,08 triliun.

Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan stimulus itu termasuk pengurangan pajak untuk setiap pembelian ponsel, komputer, dan tablet baru. Kebijakan itu telah ada pada tahun lalu dan kini diperpanjang, untuk membantu siswa harus menjalani kegiatan belajar secara online.

"Masa pembebasan pajak penjualan atas kendaraan penumpang juga akan diperpanjang semuanya," katanya, dikutip Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Ubah Aturan, Pemerintah Sederhanakan Tarif Pajak Judi

Muhyiddin mengatakan kebijakan itu untuk mendorong pemulihan industri otomotif di dalam negeri. Pembebasan pajak penjualan berlaku atas mobil baru rakitan lokal, sedangkan pada mobil impor akan mendapat potongan pajak.

Program stimulus bernama Permai ini juga memuat anggaran tambahan untuk penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah berencana menambah setidaknya 3.500 perawat untuk menangani pandemi di berbagai rumah sakit.

Selain itu, pemerintah juga memperluas pemberian subsidi gaji. Pemerintah mengalokasikan RM2,2 miliar atau Rp7,6 triliun untuk memberi bantuan uang kepada keluarga yang terkena dampak, serta program bantuan makanan senilai RM50 juta atau Rp173,5 miliar.

Baca Juga: Baru Dilantik, Gubernur Ini Siap Beri Insentif untuk Pengusaha

"Stimulus ini didasarkan pada tiga tujuan utama, yakni memerangi pandemi Covid-19, memastikan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung kelangsungan bisnis," ujarnya seperti dilansir channelnewsasia.com.

Muhyiddin menambahkan pemerintah juga menargetkan vaksinasi Covid-19 di Malaysia mencapai 27 juta orang hingga kuartal I/2022. Vaksinasi gelombang pertama akan dimulai awal Maret ini. Adapun, vaksin Pfizer-Biontech dijadwalkan tiba pada akhir Februari. (rig)

Baca Juga: Penerimaan PBB Tak Capai Target 3 Tahun, Penghapusan Denda Diberikan
Topik : malaysia, paket stimulus, insentif pajak, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:30 WIB
DOMINIKA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:00 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Rabu, 03 Maret 2021 | 13:17 WIB
KABUPATEN KERINCI
Rabu, 03 Maret 2021 | 13:02 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 03 Maret 2021 | 12:30 WIB
UKRAINA
Rabu, 03 Maret 2021 | 12:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:45 WIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:30 WIB
KABUPATEN SUMENEP
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 10:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Rabu, 03 Maret 2021 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM