Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Kemenkeu Upayakan Tidak Terjadi Shortfall Penerimaan Perpajakan 2021

A+
A-
1
A+
A-
1
Kemenkeu Upayakan Tidak Terjadi Shortfall Penerimaan Perpajakan 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan berkomitmen untuk mengamankan target pendapatan negara 2021 senilai Rp1.743,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan target pendapatan negara pada tahun ini wajib tumbuh 6,7% dari realisasi tahun lalu. Menurutnya, tantangan utama untuk memenuhi target pendapatan negara adalah mengamankan target penerimaan perpajakan.

"Kalau dilihat dari sisi perpajakan secara implisit di 2021 dengan realisasi tahun lalu maka harus tumbuh 12,6% supaya tercapai," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Pengawasan dan Penagihan Aktif Pajak Dioptimalkan

Sri Mulyani menjabarkan realisasi perpajakan pada 2020 senilai Rp1.282,8 triliun. Sementara itu, target penerimaan perpajakan pada 2021 senilai Rp1.444,5 triliun. Pemerintah akan berupaya untuk mencegah terjadinya shortfall – selisih kurang antara realisasi dan target – penerimaan perpajakan.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Menurutnya, optimalisasi masih bisa dilakukan karena target tahun ini Rp298,2 lebih rendah sekitar 11,9% dari realisasi tahun lalu senilai Rp338,5 triliun.

"Pada APBN 2021, target PNBP lebih rendah dari realisasi [tahun lalu]. Kami akan optimalkan penerimaan PNBP, sedangkan di bidang perpajakan kami coba jaga agar tidak terjadi shortfall, sehingga target pendapatan negara bisa dipenuhi," terangnya.

Baca Juga: Nilai SiLPA Hingga Januari 2021 Melonjak, Ini Kata Sri Mulyani

Adapun dari sisi belanja, Sri Mulyani menyebut masih ada ekspansi sebesar 6,2%. Menurutnya, perubahan pada sisi belanja pada tahun ini terjadi karena adnaya pergeseran belanja kementerian/lembaga untuk mendukung program vaksinasi gratis kepada masyarakat.

"Belanja tidak banyak berbeda dengan masih ada ekspansi 6,2%. Perubahan terjadi dengan adanya refocusing dengan adanya hal baru di bidang kesehatan, yakni vaksin gratis," imbuh Sri Mulyani. (kaw)

Baca Juga: Akhir Januari 2021, Rasio Utang Pemerintah Tembus 40%
Topik : penerimaan negara, perpajakan, penerimaan pajak, APBN 2021, shortfall, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 19 Februari 2021 | 19:30 WIB
KOTA MAKASSAR
Jum'at, 19 Februari 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 19 Februari 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 19 Februari 2021 | 09:15 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:01 WIB
SIDANG WTO
Sabtu, 27 Februari 2021 | 06:01 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:00 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:58 WIB
UNI EROPA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK