Berita
Jum'at, 24 September 2021 | 18:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 17:30 WIB
THAILAND
Jum'at, 24 September 2021 | 17:00 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Jum'at, 24 September 2021 | 12:40 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Kamis, 23 September 2021 | 17:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Hadiah Akhir Tahun, Kerja dari Rumah Dapat Diskon Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Hadiah Akhir Tahun, Kerja dari Rumah Dapat Diskon Pajak

Ilustrasi. (DDTCNews)

BERLIN, DDTCNews – Kementerian Keuangan Jerman tengah menyusun insentif pajak baru bagi karyawan yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan insentif akan berupa potongan alias diskon tagihan PPh orang pribadi karyawan untuk mengimbangi melonjaknya pengeluaran rumah tangga untuk listrik, pemanas ruangan dan tagihan lainnya yang muncul akibat WFH.

"Kami berharap rancangan undang-undang ini disetujui oleh parlemen pada Desember 2020 karena ini untuk kepentingan pekerja," katanya, dikutip Selasa (1/12/2020).

Baca Juga: Lagi, Tenaga Medis Covid-19 Dapat Fasilitas Bebas Pajak Penghasilan

Desain kebijakan diskon pajak bagi pekerja yang WFH akan mendapatkan pengurangan sebesar €5 untuk setiap hari kerja yang dilakukan dari rumah. Adapun nilai maksimal diskon yang diberikan senilai €600 per tahun atau setara dengan Rp10 juta.

Scholz mengaku skema insentif dengan memberikan diskon pajak tersebut bukan tantangan besar bagi pengelolaan fiskal nasional di penghujung tahun. Pasalnya, hanya 56% dari total pekerja yang bekerja dari rumah untuk sementara waktu ini.

Menkeu juga menjelaskan insentif tersebut perlu dibuatkan payung hukum baru lantaran aturan yang mengatur diskon pajak bagi karyawan yang bekerja dari rumah saat ini masih sangat kaku sehingga perlu dibuatkan regulasi yang lebih fleksibel.

Baca Juga: Begini Tarif Pajak Penghasilan Individu di Berbagai Negara Saat Ini

Aturan yang kaku tersebut di antaranya mewajibkan satu ruang di rumah untuk dijadikan tempat khusus untuk bekerja. Sementara itu, banyak pekerja yang menggunakan ruang keluarga hingga dapur sebagai lokasi kerja. Oleh karena itu, aturan perlu dilonggarkan.

"Insentif ini bukan tantangan fiskal yang besar bagi Jerman," tutur Scholz.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Hubertus Heil menuturkan pandemi telah mengubah pola masyarakat dalam bekerja. Dia mengusulkan skema bekerja dari rumah menjadi hak yang melekat kepada pekerja Jerman di masa depan.

Baca Juga: Cegah Penghindaran Pajak, Moldova Bakal Bertukar Informasi Keuangan

"Kami ingin karyawan memiliki hak untuk meminta bekerja dari rumah pada masa depan. Kami ingin menjamin setiap pekerja memiliki hak selama 24 hari dalam setahun untuk bekerja dari rumah," ujarnya seperti dilansir thelocal.de. (rig)

Topik : jerman, kerja dari rumah, work from home WFH, diskon pajak, insentif pajak, pajak internasional

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
#MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 22 September 2021 | 17:00 WIB
UNI EROPA

Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

Rabu, 22 September 2021 | 16:00 WIB
ESTONIA

Belajar dari Estonia, Negara yang Warganya Balapan Lapor Pajak

Rabu, 22 September 2021 | 14:30 WIB
FILIPINA

Pemerintah Matangkan Pemajakan Orang Kaya Ala Duterte

Rabu, 22 September 2021 | 14:00 WIB
FILIPINA

Pacu Industri Galangan Kapal, Insentif Pajak Baru Disiapkan

berita pilihan

Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Bunga Pinjaman yang Tidak Dipungut PPh Pasal 26

Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK

Apa itu Daftar Sasaran Ekstensifikasi Pajak?

Jum'at, 24 September 2021 | 18:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Begini Lini Masa Pembaruan Sistem Core Tax 2021-2024

Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA

Ini Profil Perpajakan Negara yang Punya Air Terjun Tertinggi di Dunia

Jum'at, 24 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Buat Apa Sih Kita Bayar Pajak? Begini Kata Sri Mulyani

Jum'at, 24 September 2021 | 17:30 WIB
THAILAND

Lagi, Tenaga Medis Covid-19 Dapat Fasilitas Bebas Pajak Penghasilan

Jum'at, 24 September 2021 | 17:00 WIB
PAJAK INTERNASIONAL

Begini Tarif Pajak Penghasilan Individu di Berbagai Negara Saat Ini

Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Urgensi Edukasi dalam Membangun Moral Pajak

Jum'at, 24 September 2021 | 16:33 WIB
CONTAXTUAL

Apa Itu Pajak Penghasilan Final? Simak Penjelasannya di Video Ini

Jum'at, 24 September 2021 | 16:30 WIB
MOLDOVA

Cegah Penghindaran Pajak, Moldova Bakal Bertukar Informasi Keuangan