JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto akan segera bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menandatangani dokumen kesepakatan tarif dagang.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan agenda lawatan Prabowo tersebut sedang dipersiapkan oleh Kementerian Luar Negeri.
"Sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri. Nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan. Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali bertemu, itu nanti akan diputuskan," katanya, Selasa (3/2/2026).
Menurut Teddy, pertemuan Prabowo dan Trump juga bakal membahas berbagai isu baik kondisi di dalam negeri maupun luar negeri.
Terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut negosiasi tarif dagang resiprokal antara Indonesia dan AS telah selesai. Hasil negosiasi itulah yang bakal diteken oleh Prabowo dan Trump.
"Semua perundingan sudah selesai, legal drafting 90%. Kita menunggu jadwal [tanda tangan]," ujarnya.
Setelah penandatanganan, Indonesia dan AS bakal menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan proses ratifikasi. Ratifikasi kesepakatan internasional di Indonesia biasanya akan berupa peraturan presiden (perpres) setelah mendapat persetujuan DPR.
Sementara di AS, hasil perjanjian juga mesti disampaikan kepada Kongres untuk disahkan.
Sebagai informasi, AS sempat hendak memberlakukan bea masuk resiprokal dengan tarif sebesar 32% atas barang impor dari Indonesia pada 9 April 2025. Pemerintah Indonesia pun langsung menggelar pertemuan dengan perwakilan dari AS dan menawarkan beragam kemudahan bagi perusahaan negara tersebut.
Kemudian, AS memutuskan untuk menunda pemberlakuan bea masuk resiprokal selama 90 hari sehingga barang impor asal Indonesia dikenai baseline tariff sebesar 10%.
Belakangan, Trump mengancam pengenaan bea masuk tinggi kepada negara yang menolak bergabung dalam Board of Peace. Misal, Prancis diancam bea masuk 200% atas produk anggur (wine) dan sampanye.
Board of Peace adalah organisasi internasional yang diinisiasi oleh Trump sejak September 2025 untuk mengakhiri perang di Gaza. Pada 22 Januari 2026, Prabowo menjadi salah satu pemimpin negara yang ikut menandatangani Board of Peace Charter di Davos, Swiss. (dik)
