GEORGETOWN, DDTCNews - Pemerintah Guyana mengumumkan fasilitas pembebasan PPN atas perhiasan dan furnitur pada tahun ini.
Menteri Senior Bidang Keuangan Ashni Singh mengatakan pembebasan PPN atas perhiasan dan furnitur merupakan salah satu kebijakan dalam APBN 2026. Fasilitas pajak ini bertujuan memperkuat produksi dalam negeri dan mendorong produktivitas UMKM.
"Kebijakan ini diharapkan meningkatkan produksi lokal, mendukung penciptaan lapangan kerja, dan memposisikan produsen Guyana untuk bersaing lebih efektif di pasar regional," katanya, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Singh mengatakan pembebasan PPN akan diberikan atas furnitur buatan lokal seperti pintu dan tempat tidur. Menurutnya, kebijakan ini memiliki multiplier effect berupa peningkatan daya saing sektor kehutanan dan manufaktur sekaligus mengurangi biaya input untuk industri konstruksi.
Sementara untuk perhiasan, PPN bakal dibebaskan untuk perhiasan produksi lokal. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan nilai tambah dan memperluas peluang bagi UMKM pada subsektor pembuatan perhiasan.
Dia menyebut pembebasan PPN dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan akses pasar, serta memperkuat keberlanjutan bisnis perhiasan lokal. Selain itu, pembebasan PPN juga bisa mendukung pengembangan industri hilir yang terkait dengan sektor mineral di Guyana.
Singh menambahkan pemerintah memberikan fasilitas pembebasan PPN atas perhiasan dan furnitur sebagai bagian dari strategi menggenjot pertumbuhan industri lokal sekaligus memperdalam rantai nilai.
"Ini untuk memastikan ekspansi ekonomi menghasilkan manfaat nyata bagi produsen dalam negeri," ujarnya dilansir guyanachronicle.com. (dik)
