JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tidak memiliki rencana untuk memperlebar defisit anggaran ke level di atas 3% dari PDB.
Purbaya mengatakan anggaran tetap akan digunakan untuk menerapkan kebijakan countercyclical sembari menjaga defisit anggaran setidaknya sedikit di bawah 3% dari PDB.
"Saya tidak ingin melampaui batas 3% dari PDB karena orang-orang seperti Anda, orang media, akan menghujat saya dan mengatakan kepada semua orang bahwa saya tidak tahu pekerjaan saya," ujar Purbaya dalam sesi talkshow Indonesia Economic Summit (IES) yang digelar oleh Indonesia Business Council (IBC), Selasa (3/2/2026).
Menurut Purbaya, instrumen fiskal dan instrumen-instrumen lainnya akan digunakan semaksimal mungkin untuk memastikan perekonomian nasional bisa bertumbuh pesat.
Dia pun menegaskan pengelolaan anggaran di Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Hal ini tecermin pada defisit anggaran Indonesia yang konsisten berada di bawah 3% dari PDB, lebih kecil dibandingkan dengan defisit anggaran negara-negara maju.
"Kita akan tetap menggunakan anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi kita paham batasnya. Berapa defisit anggaran AS? 5% dari PDB. Berapa defisit anggaran Jepang? Mungkin 4% dari PDB. Semua negara sudah melampaui batas itu," ujar Purbaya.
Di luar instrumen fiskal, Purbaya mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Bank Indonesia selaku otoritas moneter untuk meningkatkan likuiditas pada sistem keuangan. "Ini belum pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir," ujar Purbaya.
Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki iklim investasi dan mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk membelanjakan APBD-nya dengan baik.
"Kita juga memaksa kementerian untuk bekerja dengan baik dan membelanjakan anggarannya dengan baik. Saya tidak percaya perekonomian kita akan gagal menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," ujar Purbaya.
Sebagai informasi, defisit anggaran pada tahun lalu tercatat mencapai 2,92% dari PDB, jauh melampaui target defisit pada APBN 2025 sebesar 2,53% dari PDB dan outlook-nya yang sebesar 2,78% dari PDB.
Menurut Citigroup, defisit anggaran berpotensi melebihi 3% dari PDB pada tahun ini mengingat besarnya beban belanja program makan bergizi gratis (MBG) dan belanja rekonstruksi daerah terdampak bencana di Sumatera. (dik)
