Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

A+
A-
17
A+
A-
17
DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) telah memberikan kepastian waktu pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang.

Asisten Penyuluh Pajak Mahir KPP Pratama Jakarta Palmerah Krisnawan mengatakan sesuai dengan KEP-160/PJ/2022, pengembalian diproses paling lama 3 bulan sejak permohonan diterima lengkap. Sesuai dengan KEP-160/PJ/2022, ketentuan ini berlaku atas pembayaran pajak oleh pihak pembayar.

“Pada PMK 187/2015 ada beberapa jenis pengembalian. Khusus yang ini belum diatur. Namun, dengan KEP-160/PJ/2022, Kawan Pajak kalau mengajukan permohonan pengembalian akan diproses paling lama 3 bulan. Di KEP-160/PJ/2022 dipastikan seperti itu,” katanya dalam Tax Live, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: DJP Ingatkan Tak Semua Hibah Tanah atau Bangunan Bebas Pajak

Krisnawan mengatakan pengajuan permohonan pengembalian ini bisa dilakukan ketika terjadi kesalahan pembayaran pajak. Permohonan pengembalian, sambungnya, juga bisa diajukan ketika terjadi pembayaran pajak lebih dari sekali atau dobel.

“Bisa juga salah dipotong, padahal sudah punya SKB (Surat Keterangan Bebas). Ini mengajukannya dengan [skema] ini, permohonan pengembalian pajak yang seharusnya tidak terutang. Jadi, mengembalikan pajak yang terlanjur dipotong atau salah bayar,” jelasnya.

Sesuai dengan Pasal 3 PMK 187/2015, ada beberapa bentuk pembayaran pajak yang bukan merupakan objek pajak terutang atau yang seharusnya tidak terutang. Pertama, pembayaran pajak lebih besar dari pajak yang terutang.

Baca Juga: Untuk Database dan Pengawasan, Ini 4 Status Master File Wajib Pajak

Kedua, pembayaran pajak atas transaksi yang dibatalkan. Ketiga, pembayaran pajak yang seharusnya tidak dibayar. Keempat, pembayaran pajak terkait dengan permintaan penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan Pasal 44B UU KUP yang tidak disetujui.

Untuk mengajukan permohonan, lanjut Krisnawan, wajib pajak hanya perlu mengisi formulir sesuai dengan format pada PMK 187/2015. Selain itu, wajib pajak perlu melampirkan bukti pembayaran atau bukti pemotongan asli. Wajib pajak perlu juga melampirkan penghitungan pajak yang seharusnya dibayar atau dipotong.

Krisnawan berujar penyampaian permohonan tersebut hanya dapat dilakukan secara offline dengan 2 cara. Pertama, wajib pajak datang langsung ke KPP terdaftar. Kedua, wajib pajak mengajukan melalui pos atau jasa pengiriman.

Baca Juga: Hitung Pajak Penghasilan, Youtuber Bisa Pake Norma

“Belum bisa online,” imbuhnya. (Fikri/kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pengembalian pajak, pembayaran pajak, PMK 187/2015, KEP-160/PJ/2022, Ditjen Pajak, DJP

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 28 November 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Konfirmasi Nomor Transaksi Penerimaan Negara di DJP Online

Senin, 28 November 2022 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jangka Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Senin, 28 November 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Daftar NPWP, Seller Online Perlu Siapkan Beberapa Dokumen Ini

Senin, 28 November 2022 | 08:41 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Tarif PPN Naik, Dampaknya Sudah Ada di Penerimaan Pajak

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 12:15 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

BPS Catat Inflasi November 2022 Sebesar 5,42%, BBM Masih Punya Andil

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:33 WIB
RPP HKFN

Penerbitan Obligasi Daerah Cukup Pakai Perkada, Begini Rancangannya

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:09 WIB
EKONOMI DIGITAL

Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh, Aduan Penipuan Berkedok Petugas Bea Cukai Melonjak Drastis

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:00 WIB
KPP MADYA DENPASAR

Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:45 WIB
KOTA SAMARINDA

Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:31 WIB
HUT KE-15 DDTC

Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dukung Program Kendaraan Listrik, Industri Keuangan Ditawari Insentif

Kamis, 01 Desember 2022 | 08:50 WIB
BERITA PERPAJAKAN HARI INI

Masyarakat Perlu Waspadai Penipuan, Bea Cukai: Tak Perlu Takut Lapor