Academy - EB - TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
Academy - SPT PPh Badan September 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
INTERNATIONAL TAX CONFERENCE 2026

Call for Paper Kemenkeu 2026 Sukses Digelar, Kenali 5 Jurinya

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Rabu, 16 September 2026 | 19.35 WIB
Call for Paper Kemenkeu 2026 Sukses Digelar, Kenali 5 Jurinya

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut melibatkan 5 juri untuk menyeleksi dan menetapkan paper terbaik dalam Call for Paper Kemenkeu 2026.

Kelima juri dalam call for paper kali ini yaitu Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Dwi Teguh Wibowo, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal, Senior Partner DDTC Fiscal Research & Advisory (FRA) B. Bawono Kristiaji, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) Milla Sepliana Setyowati, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bayu Kharisma.

Dwi Teguh telah menjabat sebagai staf ahli menteri keuangan sejak 2023 dan kini juga menjabat sebagai Plt Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) sejak April 2026.

Memulai kariernya di Kemenkeu sejak 1992, Dwi Teguh memiliki pengalaman yang panjang pada sektor kepabeanan dan cukai. Sebelum menjadi staf ahli menteri keuangan, dia sempat memimpin Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Dwi Teguh memperoleh penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX dari presiden sebagai penanda atas loyalitas dan komitmen yang bersangkutan dalam menjalankan tugas negara.

Selanjutnya, Yon Arsal sejak 2020 menjabat sebagai staf ahli menteri keuangan. Sebagai staf ahli, dia bertugas memberikan rekomendasi strategis terkait peningkatan kepatuhan pajak.

Sepanjang kariernya di Kemenkeu, Yon memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan kebijakan yang berfokus pada penguatan kepatuhan dan pemetaan potensi pajak.

Sebelum menjadi staf ahli, dia sempat menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Dampak Kebijakan DJP; Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan DJP; serta Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan DJP.

Yon memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, gelar Master of Arts in Economics dari Kobe University, dan Master of Science in Fiscal Administration dari Universitas Indonesia. Tak hanya itu, dia juga memperoleh gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Kobe University.

Berikutnya, Bawono adalah Senior Partner di DDTC Fiscal Research & Advisory yang memiliki pengalaman di bidang keuangan publik, kebijakan pajak, dan transfer pricing. Tak hanya itu, Bawono juga menjadi Pakar Kebijakan Pajak di Perkumpulan Tax Center dan Akademisi Pajak Seluruh Indonesia (PERTAPSI).

Bawono memperoleh gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dan Magister Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia. Selain itu, Bawono juga memperoleh gelar Master International Business Tax and Economics dari School of Economics and Management, Tilburg University, melalui beasiswa yang diberikan oleh DDTC.

Tesisnya yang berjudul Incentives and Disincentives of Profit Shifting in Developing Countries dinobatkan sebagai tesis terbaik se-Eropa. Bawono memenangkan CFE Award Albert J. Rädler Medal 2015 dari Confédération Fiscale Européenne (CFE) berkat tesis tersebut.

Bawono juga dinobatkan sebagai Indirect Tax Practice Leader of the Year 2024 in Asia-Pacific oleh International Tax Review (ITR) UK.

Selanjutnya, Milla adalah dosen FIA UI yang telah dikukuhkan sebagai guru besar FIA UI pada 1 September 2024. Dia juga menjabat sebagai Wakil Dekan Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FIA UI serta Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Ilmu Administrasi (LPPIA) FIA UI.

Sepanjang kariernya, Milla menempatkan fokusnya pada bidang administrasi fiskal dan kebijakan perpajakan. Milla aktif menerbitkan publikasi ilmiah dengan topik utama yang mencakup kompetisi pajak di Asean, penerapan teknologi blockchain dalam sistem pajak pertambahan nilai, serta potensi kecerdasan buatan dalam modernisasi administrasi pajak di Indonesia.

Terakhir, Bayu adalah guru besar FEB Unpad yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi pembangunan dan ekonomi kelembagaan.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Pembangunan dari Unpad, gelar Magister Ekonomi dari UI, serta Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Bayu memperoleh Satya Karya Bakti 15 Tahun dari Unpad pada 2017 sebagai penghargaan atas pengabdian beliau sebagai dosen di Unpad. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.