Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
Academy - SPT PPh Badan September 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
INTERNATIONAL TAX CONFERENCE 2026

6 Paper Terbaik Tampil di International Tax Conference Kemenkeu

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Rabu, 16 September 2026 | 10.15 WIB
6 Paper Terbaik Tampil di International Tax Conference Kemenkeu
<p>Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak (DJP) Inge Diana Rismawanti dalam acara <em>International Tax Conference 2026</em>, Rabu (16/9/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memulai gelaran International Tax Conference 2026 dengan presentasi 6 paper terbaik dari kompetisi Call for Paper Kementerian Keuangan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak (DJP) Inge Diana Rismawanti mengatakan call for paper kali ini merupakan bentuk kolaborasi DJP dan Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) dalam mendukung riset perpajakan di Indonesia.

"Melalui program ini kami riset terbaik mengenai isu fiskal dan perpajakan terkini. Kami memberikan platform kepada peneliti untuk mempresentasikan idenya dan mendukung pengembangan riset yang bisa berkontribusi pada diskursus kebijakan di Kemenkeu," ujar Inge, Rabu (16/9/2026).

Dalam call for paper kali ini Kemenkeu menerima 430 paper baik dari internal Kemenkeu maupun eksternal Kemenkeu. Dewan juri yang melakukan asesmen terhadap paper tersebut antara lain Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Dwi Teguh Wibowo, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal, dan Senior Partner DDTC Fiscal Research & Advisory (FRA) B. Bawono Kristiaji.

Kemudian, ada pula Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) Milla Sepliana Setyowati, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bayu Kharisma.

Dewan juri telah menetapkan 10 paper terbaik dari 430 paper dimaksud. "Kami telah berupaya untuk menjaga objektivitas dengan menerapkan double blind mechanism dalam proses asesmen substansi. Artinya, identitas penulis paper dan reviewer dirahasiakan sepanjang proses review," ujar Inge.

Dari 10 paper terbaik tersebut, terdapat 6 paper yang dipresentasikan pada hari ini, yakni:

  1. Seeing Tax Incentives from Space: The Development Effects of Indonesia's Bonded Zones Using Nighttime Lights (Agung Endika Satyadini, Ade Darma Putra, Restu Rea Erlangga, Brigitta Steffi VDKG).

  2. Estimasi Shadow Economy dan Klasterisasi Provinsi untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak: Pendekatan MIMIC dan Cluster Analysis (Icha Wahyu Kusuma Ningrum, Arya Candra Kusuma, Yuninda Anggraini Putri).

  3. Enhancing Tax Compliance: The Role of Clarification Letters and Trigger Data in Indonesia (Muhammad Azhar Nurzaman).

  4. Mempersempit Tax Capacity Gap: Bukti Panel 31 Negara dan Strategi Reformasi Administrasi Berbasis Data (Rayson Virtuosi).

  5. Fiscal Visibility Atlas: Memetakan Titik Buta Fiskal Kabupaten/Kota dari Jejak Ekonomi, Geospasial, dan Digital (Suryo Adi Rakhmawan).

  6. Keterhubungan QRIS dan NIK melalui Payment ID sebagai Instrumen Formalisasi Shadow Economy: Model Optimasi Kalkulus dan Permainan Stackelberg untuk Penerimaan Pajak serta Pertumbuhan Ekonomi (Tasdik Mahandito).

Kegiatan call for paper tidak berhenti pada hari ini. Inge mengatakan penulis dari 30 paper yang masuk shortlist akan diikutsertakan dalam workshop yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan riset para penulis.

Paper yang terpilih juga akan dipublikasikan pada Scientax dan beragam jurnal Kemenkeu lainnya.

"Dengan cara ini, call for paper bukanlah sekadar kompetisi, melainkan juga platform riset dan knowledge sharing untuk kita semua," ujar Inge. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.