Academy - SPT PPh Badan September 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Prabowo Minta BRI dan BSI Buka Rekening Massal, Ini Penjelasan Purbaya

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 09 September 2026 | 08.30 WIB
Prabowo Minta BRI dan BSI Buka Rekening Massal, Ini Penjelasan Purbaya
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto meminta dua bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), bersiap membuka rekening bagi masyarakat secara masif.

Purbaya mengatakan pembukaan rekening secara luas tersebut bertujuan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

"Kalau itu sebetulnya agar setiap bantuan itu betul-betul cepat dan tepat sasaran, seperti bansos dan lain-lain," ujarnya, dikutip pada Rabu (9/9/2026).

Dalam mematangkan rencana tersebut, pemerintah akan menggabungkan data dan informasi dari sejumlah lembaga, antara lain Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Purbaya menjelaskan data tersebut salah satunya akan digunakan untuk mengidentifikasi penduduk yang belum memiliki rekening bank. Penduduk yang belum memiliki rekening nantinya akan difasilitasi untuk membuka rekening.

"Nanti akan dicek setiap orang yang umurnya di atas 18 tahun kali ya, akan dibukakan rekening bagi yang belum punya rekening. Bansos pertama mungkin dikasih Rp50.000-Rp80.000 tapi ini masih dalam diskusi ya," katanya.

Selain itu, Purbaya menyampaikan pemerintah juga mempertimbangkan agar pembukaan rekening dilakukan secara otomatis bagi masyarakat yang baru pertama kali membuat KTP.

Pemerintah bahkan tengah membahas kemungkinan pemberian saldo awal sekitar Rp50.000 atau Rp80.000 ke rekening baru tersebut. Menurut Purbaya, saldo awal itu sekaligus dapat digunakan untuk menutup biaya administrasi pembukaan rekening.

"Ada kemungkinan juga nanti setiap orang yang bikin KTP langsung otomatis dibuatkan rekeningnya. 'Kan dikasih gratis, dikasih uang lagi, isi minimumnya Rp50.000, dan Himbara-nya bilang mampu, jadi kita ikut saja," ungkap Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan rencana pembukaan rekening secara masif tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan final.

"Ini baru pembicaraan pertama. Saya pikir hasil finalnya masih belum ditentukan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto ingin setiap penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Untuk itu, presiden meminta BRI dan BSI memfasilitasi pembukaan rekening bagi masyarakat.

Airlangga mengatakan rencana tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

"Tentu ke depan, berbagai program akan dikirimkan ke rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," jelasnya di Istana Negara, kemarin. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.