Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kebijakan Rekening Gratis Masih Didesain, Anggaran Belum Ditentukan

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 26 September 2026 | 10.30 WIB
Kebijakan Rekening Gratis Masih Didesain, Anggaran Belum Ditentukan
<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah masih mendesain kerangka kebijakan program pembukaan rekening secara massal dan gratis bagi warga negara Indonesia (WNI).

Menurut Menteri Keuangan Suahasil Nazara, pemerintah juga belum menentukan alokasi anggaran dari APBN untuk menjalankan program rekening gratis tersebut.

"Soal anggaran untuk rekening gratis, rekeningnya sendiri itu masih kita desain, maksudnya bagaimana. Jadi, kita desain dulu," ungkapnya, dikutip pada Sabtu (26/9/2026).

Suahasil berpandangan program pembukaan rekening secara massal bagi WNI perlu dikaji secara matang. Salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan ialah jumlah penduduk yang sudah memiliki rekening bank.

"Karena 'kan masyarakat Indonesia itu jumlah rekeningnya sudah sangat besar. Masyarakat yang punya rekening itu ada, tapi kita juga tahu ada yang belum memiliki rekening di bank," katanya.

Di sisi lain, Suahasil mendukung program pembukaan rekening secara massal karena dinilai dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Inklusi keuangan merupakan ketersediaan akses dan pemanfaatan produk dan/atau layanan pelaku usaha sektor keuangan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat.

Dengan demikian, dia menilai semakin banyak masyarakat Indonesia yang akan memiliki akses terhadap layanan di sektor jasa keuangan. Harapannya, inklusi keuangan yang dibarengi dengan literasi keuangan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Kita senang sekali kalau seluruh masyarakat itu memiliki rekening, karena berarti meningkatkan inklusi, kepesertaan, di sektor jasa keuangan, dan layanan itu bisa diakses oleh pemilik rekening. Jadi, tujuan yang baik itu akan kita desain seperti apa seharusnya membukakan rekening untuk warga negara kita," ujar Suahasil.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program rekening gratis mencapai Rp3,84 triliun. Dia menuturkan anggaran tersebut juga akan digunakan untuk menyiapkan saldo awal sebesar Rp50.000 bagi setiap rekening.

Berdasarkan kebutuhan anggaran dan penyiapan saldo awal tersebut, program itu secara matematis setara dengan pembukaan rekening untuk sekitar 76,8 juta WNI. Namun, angka penerima tersebut belum merupakan jumlah resmi yang ditetapkan pemerintah.

"Orang yang sudah di atas usia 17 tahun dan belum punya rekening itu ada jumlah tertentu. Nah, kita sedang lihat jumlah tertentu tersebut kalau kita kasih Rp50.000, membutuhkan dana sebesar Rp3,8 triliun," kata Airlangga awal pekan ini. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.