JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan strategi utama dalam menjaga kredibilitas fiskal ialah memperbaiki kinerja pengumpulan pajak serta memangkas belanja yang tidak produktif dan dianggap berlebihan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perbaikan pengumpulan pajak menjadi strategi penting untuk memperkuat fiskal dalam jangka panjang.
"Satu cara yang harus saya tempuh, yaitu memperbaiki kinerja pajak maupun bea cukai sehingga income collection rate kita naik," ujarnya, dikutip pada Minggu (6/9/2026).
Purbaya juga menilai rasio pengumpulan penerimaan perpajakan perlu ditingkatkan. Dia menyebut rasio pengumpulan penerimaan perpajakan saat ini masih di bawah 10%, padahal sebelumnya Indonesia pernah mendekati 12%.
Dia ingin pemerintah meningkatkan kemampuannya dalam mengumpulkan penerimaan pajak dan bea cukai, sehingga tahun depan angka rasionya bisa kembali naik di atas 10%.
"Ada perburukan di cara kita mengumpulkan pajak, tapi ada ruang juga untuk memperbaiki tax collection. Kalau saya perbaiki tax collection rate sampai 12-13% kan ruang fiskal akan semakin luas," kata Purbaya.
Lebih lanjut, bendahara juga akan memangkas pengeluaran yang dianggap tidak perlu, tidak produktif, berlebihan, atau bahkan belanja yang bersifat seremonial. Efisiensi belanja negara merupakan salah satu kunci penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal dan defisit di bawah 3%.
"Belanja yang enggak perlu kami potong. Yang belanja-belanja aneh atau pesta-pesta kita potong. Lalu, rapat-rapat enggak perlu juga kami kurangin sedikit," tutur Purbaya. (rig)
