JAKARTA, DDTCNews - Komite Antidumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping atas impor superabsorbent polymers (SAP) asal China.
Penyelidikan dimulai pada Jumat (14/8/2026) setelah KADI menemukan adanya peningkatan impor produk SAP asal China yang berdampak pada kerugian industri dalam negeri. Ketua KADI Frida Adiati mengatakan inisiasi penyelidikan dilakukan berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang disampaikan dalam permohonan penyelidikan.
"Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang dilakukan, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari China. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri," ujar Frida, dikutip pada Minggu (16/8/2026).
Penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan PT Nippon Shokubai Indonesia yang mewakili industri dalam negeri. Produk yang menjadi objek penyelidikan merupakan SAP yang termasuk dalam klasifikasi Harmonized System (HS) 3906.90.92 dan 3906.90.99 berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.
Adapun periode penyelidikan mencakup impor produk SAP pada 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2025.
Selama periode tersebut, total impor produk SAP ke Indonesia tercatat mencapai 570.543 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 354.918 ton atau sekitar 62% berasal dari China.
KADI akan melakukan penyelidikan selama 12 bulan. Jangka waktu tersebut dapat diperpanjang hingga 18 bulan apabila diperlukan.
Ketentuan mengenai jangka waktu penyelidikan tersebut mengacu pada PP 34/2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.
Frida mengatakan KADI telah menyampaikan pemberitahuan mengenai dimulainya penyelidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak tersebut meliputi industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen SAP asal China yang diketahui.
Informasi mengenai penyelidikan juga telah disampaikan kepada perwakilan pemerintah China di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China.
KADI mengajak seluruh pihak yang berkepentingan untuk menyampaikan informasi dan tanggapan atau mengajukan permintaan dengar pendapat (hearing) selama proses penyelidikan berlangsung.
SAP merupakan bahan yang memiliki kemampuan menyerap dan menahan cairan dalam jumlah besar. Produk tersebut antara lain digunakan dalam pembuatan popok, pembalut, dan berbagai produk penyerap cairan lainnya. (dik)
