Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dari Pajak, Program Kuliah Gratis Ditempuh Bertahap

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Sabtu, 26 September 2026 | 13.30 WIB
Dari Pajak, Program Kuliah Gratis Ditempuh Bertahap
<p>Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengungkapkan biaya pendidikan di perguruan tinggi akan digratiskan secara bertahap.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan kebijakan ini ditempuh secara bertahap mengingat pemerintah perlu menetapkan dasar penghitungannya secara matang. Namun, pembebasan biaya kuliah akan ditempuh secepat mungkin.

"Harapannya, tentu Bapak Presiden [Prabowo Subianto] menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun, tentu kita akan melalui tahapan-tahapan, tidak langsung," ujar Brian, dikutip pada Sabtu (25/9/2026).

Brian mengatakan tim khusus telah dibentuk untuk menghitung kebutuhan anggaran sekaligus menyusun tahapan pelaksanaan program kuliah gratis. Tim khusus bakal dipimpin oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.

"Dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk mem-breakdown lagi hitungan-hitungan, termasuk juga nanti di dalamnya menteri-menteri lain akan terlibat, Pak Menteri Sesneg [Prasetyo Hadi], Pak Menteri Agama [Nasaruddin Umar], dan lainnya, termasuk Menteri Keuangan [Suahasil Nazara]," ujar Brian.

Program pembebasan biaya kuliah ini perlu didiskusikan secara lintas kementerian mengingat program ini berkaitan dengan tata kelola pendidikan tinggi serta pembiayaan anggaran.

Hasil dari penghitungan kebutuhan anggaran dan tahapan implementasi program bakal dirampungkan dalam waktu 2 pekan hingga 1 bulan. Hasil penghitungan dimaksud akan disampaikan kepada Prabowo sebagai dasar untuk menetapkan kebijakan.

Terpisah, Suahasil mengatakan pemerintah telah mengalokasikan pagu senilai Rp824 triliun untuk pendidikan atau 20,07% dari total belanja pada RAPBN 2027 yang mencapai Rp4.106,26 triliun.

Dana tersebut akan dikucurkan untuk program pendidikan yang benar-benar menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat Indonesia dan negara.

"Kita desain dulu, tapi saya rasa arahan dari presiden untuk melihat lagi secara komplet, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi. Ini sebenarnya ekosistem yang kita miliki sekarang, dan ada sekolah rakyat, sekolah unggulan Garuda, sekolah terintegrasi. Lalu kemudian ada LPDP, ada ekosistem yang luar biasa," kata Suahasil. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.