JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan turut meningkatkan likuiditas bank-bank BUMN dan pada akhirnya mendorong penjualan kendaraan bermotor.
Purbaya menjelaskan peningkatan likuiditas perbankan dapat mendorong penyaluran kredit, termasuk pembiayaan kendaraan bermotor. Ketika akses pembiayaan lebih longgar, daya beli masyarakat berpotensi meningkat sehingga turut mendongkrak penjualan kendaraan.
"Ingat kan di awal September 2025 saya gelontorkan Rp200 triliun uang pemerintah dari BI ke perbankan. Begitu digelontorkan, ini [penjualan kendaraan] mulai naik nih, dan bukan kebetulan. Pada menjelang sebelum Lebaran [2026] mungkin ada faktor musiman, setelah itu naik lagi. Kita lihat trennya naik terus," ujarnya, dikutip pada Sabtu (8/8/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah terus memantau aktivitas ekonomi untuk memastikan tidak terjadi pelemahan pertumbuhan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian ialah penjualan mobil dan sepeda motor.
Dia mengaku sempat khawatir ketika penjualan kendaraan menurun pada April dan Mei 2026, meski kembali meningkat pada Juni. Menurutnya, pemulihan tersebut salah satunya didorong oleh penempatan dana pemerintah hingga Rp400 triliun di sistem perbankan sepanjang tahun ini.
"Penjualan mobil tumbuhnya lumayan baik. Namun, April sempat turun ke bawah, dan saya deg-degan apa yang terjadi dengan perekonomian. Sama, [penjualan] motor juga. Ketika data [penjualan] turun begitu, saya periksa uang yang digelontorkan ke perbankan masih efektif enggak," tutur Purbaya.
Secara keseluruhan, Purbaya menilai penjualan kendaraan bermotor masih menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang semester I/2026.
Menurutnya, peningkatan penjualan tersebut tidak hanya didorong oleh kebijakan penempatan dana pemerintah, tetapi juga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang tepat serta perbaikan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Berbagai faktor tersebut dinilai turut mendorong perbaikan konsumsi dan mobilitas masyarakat.
"Penjualan mobil terus menunjukkan tren positif dengan keyakinan masyarakat yang membaik dan daya beli yang terjaga," katanya.
Ke depan, Purbaya mengatakan pemerintah akan memastikan ketersediaan likuiditas bagi perbankan agar aktivitas ekonomi tetap bergerak dan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.
"Harusnya sekarang sih demand untuk mobil, motor sudah mulai recover," imbuhnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales otomotif dari pabrik ke diler sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit kendaraan bermotor. Angka tersebut tumbuh 16,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang sebanyak 374.740 unit.
Sementara itu, penjualan ritel atau dari dealer kepada konsumen pada Januari-Juni 2026 tercatat sebanyak 433.848 unit. Jumlah tersebut tumbuh 11,11% dibandingkan dengan penjualan ritel pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 390.467 unit. (dik)
