Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PROGRAM PEMERINTAH

Program MBG Dibiayai Pajak, SPPG Tak Sesuai Standar Bakal Ditutup

Muhamad Wildan
Minggu, 26 Juli 2026 | 11.30 WIB
Program MBG Dibiayai Pajak, SPPG Tak Sesuai Standar Bakal Ditutup
<p>Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjawab pertanyaan wartawan usai rapat internal di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026).ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.</p>

JAKARTA, DDTCNews — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono meminta semua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola yang telah ditetapkan.

Sudaryono menegaskan SPPG yang tidak segera melakukan perbaikan dalam rangka memenuhi standar-standar dimaksud dapat ditutup.

"Kami akan perbaiki, akan kami tegur. Kalau memang tidak bisa perbaiki, kami tutup. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," katanya, dikutip pada Minggu (26/7/2026).

Sudaryono menuturkan BGN akan menerapkan pembinaan yang disertai dengan penegakan disiplin. SPPG yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

"Kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya enggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya enggak disiplin, petugasnya enggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," ujar Sudaryono.

Ke depan, inspeksi mendadak akan dilakukan secara acak ke sejumlah lokasi agar BGN memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi SPPG sekaligus memberikan apresiasi dan semangat kepada para petugas yang menjalankan operasional SPPG sesuai petunjuk teknis (juknis).

Dari inspeksi mendadak yang sudah dilaksanakan di beberapa SPPG di Bogor, ditemukan bahwa mayoritas SPPG sudah menjalankan operasional sesuai dengan juknis.

Namun, masih banyak SPPG yang dihadapkan dengan tantangan dalam menjaga kualitas dan variasi menu makan bergizi gratis (MBG).

"Yang sudah bagus itu tantangannya tinggal satu yaitu variasi dari menunya. Supaya yang anak-anak maupun yang ibu-ibu yang memang mengonsumsi itu kemudian bisa tidak bosan," tutur Sudaryono.

Sebagai informasi, pajak masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan negara. Sepanjang semester I/2026, pajak menyumbang Rp1.035,7 triliun, atau 71% dari realisasi pendapatan negara senilai Rp1.459,4 triliun.

Pajak yang terkumpul kemudian digunakan pemerintah untuk membiayai berbagai program yang sudah ditetapkan dalam APBN 2026, salah satunya program MBG. Adapun anggaran MBG pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp228,38 triliun. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.