[Academy] TP Intangible Juli 2026
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Penempatan SAL di Bank BUMN Disorot DPR, Ini Penjelasan Purbaya

Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 15 Juli 2026 | 19.30 WIB
Penempatan SAL di Bank BUMN Disorot DPR, Ini Penjelasan Purbaya
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah).</p>

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mengeklaim penempatan saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp200 triliun di sejumlah bank BUMN pada September 2025 turut berkontribusi dalam mengerek pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan penempatan SAL di bank-bank BUMN telah berjalan dengan baik, tecermin dari angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 yang mencapai 5,39%.

"Kebijakan yang berhasil kita lakukan di kuartal IV/2025 itu untuk memastikan ekonomi kita tidak jatuh ke bawah," katanya dalam raker dengan Komisi XI DPR, Rabu (15/7/2026).

Purbaya menjelaskan keputusannya menempatkan dana SAL berawal dari likuiditas perbankan yang dinilai seret. Salah satu imbasnya ialah bank-bank menjadi kekurangan dana untuk menyalurkan pinjaman.

Sebelum mengguyurkan likuiditas untuk perbankan, dia juga menyoroti masalah data di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, 3 anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) itu kompak menyebut likuiditas perbankan sedang dalam posisi ample.

"Kenapa disebut ample, tetapi bank kekurangan uang? Jadi ini ada kesalahan data atau indikator yang kita pakai, oleh KSSK selama ini. Saya sudah minta tim KSSK perbaiki itu, tapi rupanya masih belum dapat," tuturnya.

Purbaya pun memutuskan mengguyur likuiditas perbankan dengan dana segar. Dia meyakini langkah ini akan menstimulasi peningkatan uang primer atau base money (M0), pertumbuhan kredit, aktivitas sektor riil, sehingga berdampak terhadap perekonomian dalam negeri.

Dari kebijakan tersebut, dia mencatat M0 tumbuh 11% pada September 2025. Mengingat uang yang beredar tidak seret lagi, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 bisa mencapai 5,39% dan sebesar 5,11% sepanjang 2025.

"Itu dampak Rp200 triliun yang kita pindahkan ke perbankan, walaupun banyak bank yang bilang likuiditas ample. Kalau ditanya ke LPS, BI, OJK semua juga bilang ample, tapi data mereka salah semua," ujar menteri keuangan.

Lebih lanjut, Purbaya juga menegaskan tidak akan sembarangan menarik dana SAL. Pemerintah akan berkoordinasi pula dengan instansi lainnya, terutama BI dan DPR, dalam menjalankan kebijakan ini ke depannya.

Secara total, dana SAL yang ditempatkan di perbankan pada 2025 dan 2026 mencapai sekitar Rp400 triliun. Untuk tahun ini, pemerintah harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPR apabila kembali berniat menyuntikkan dana SAL di perbankan.

"Jadi, saya taruh Rp400 triliun di sistem, Rp200 triliun yang dulu diperpanjang sampai akhir tahun, Rp100 triliun kita lihat perkembangannya tiap 3 bulan, dan Rp100 triliun kita pakai untuk keluar-masuk untuk memastikan di sistem cukup uangnya," kata Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.