[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Prabowo Ingatkan Bahlil, Harga BBM Nonsubsidi Harus Ikuti Harga Pasar

Muhamad Wildan
Jumat, 07 Agustus 2026 | 10.30 WIB
Prabowo Ingatkan Bahlil, Harga BBM Nonsubsidi Harus Ikuti Harga Pasar
<p>Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.</p>

JAKARTA, DDTCNews — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bila harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi seyogianya ikut turun sejalan dengan perkembangan dimaksud.

"Kalau memang harga ICP dunia menurun, kita juga yang non-subsidinya juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan, kira-kira begitu," kata Bahlil, dikutip pada Jumat (7/8/2026).

Pada saat yang sama, presiden juga memerintahkan Kementerian ESDM untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. "Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM dengan subsidi untuk tidak boleh dinaikkan," ujar Bahlil.

Sebagai informasi, Pertamina telah menurunkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95.

Harga Pertamax yang sempat naik ke Rp16.250 per liter kini ditetapkan turun menjadi Rp15.950 per liter. Selanjutnya, harga Pertamax Turbo ditetapkan turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 diturunkan dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter. Khusus untuk Pertamina Dex dan Dexlite, harga 2 jenis BBM tersebut tetap senilai Rp21.150 per liter dan Rp19.700 per liter.

Terkait dengan BBM bersubsidi atau yang harga jualnya dikompensasi oleh pemerintah, yakni Pertalite dan Biosolar, harga kedua jenis BBM dimaksud masih tetap senilai Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.

Akibat harga BBM bersubsidi yang tidak naik, realisasi belanja subsidi dan kompensasi pada APBN per semester I/2026 tercatat sudah mencapai Rp233 triliun, bertumbuh sebesar 44,4% bila dibandingkan dengan realisasi pada semester I/2025. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.