Hari Pajak 2026
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PENGAWASAN PAJAK

Genjot Kinerja Penerimaan PPN, DJP Awasi Aktivitas Usaha Lewat Coretax

Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 14 Juli 2026 | 15.00 WIB
Genjot Kinerja Penerimaan PPN, DJP Awasi Aktivitas Usaha Lewat Coretax
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) mencatat penerimaan PPN dan PPnBM pada semester I/2026 mencapai Rp380 triliun, tumbuh 42,2% dibandingkan dengan realisasi semester I/2025 senilai Rp267,27 triliun.

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengatakan otoritas akan mengoptimalkan penerimaan pajak konsumsi hingga akhir tahun. Salah satu caranya ialah menggencarkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dengan memanfaatkan interoperabilitas data melalui coretax system.

"Upaya [mendongkrak PPN] salah satunya interoperability data. Kita lihat ada kenaikan penerimaan yang signifikan di PPN, dalam negeri maupun impor. Berarti coretax pun bisa memonitor seperti apa [perkembangan aktivitasnya]," katanya, dikutip pada Selasa (14/7/2026).

Lebih lanjut, Bimo juga menambahkan bahwa pertumbuhan penerimaan PPN sepanjang semester I/2026 didorong oleh kegiatan impor bahan baku industri, terutama di sektor tekstil, petrokimia dan pakan ternak.

Berkaca pada tingginya impor bahan baku, industri manufaktur diharapkan memacu produktivitasnya. Peningkatan produksi juga diharapkan bisa mewujudkan penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan pekerja sehingga menaikkan daya beli dan konsumsi.

"Saya lihat semuanya bagus dari sisi input PPN impor. Jadi, kami berharap dengan adanya input yang bagus, maka produksinya juga bakal bagus di paruh kedua, yaitu di kuartal ketiga dan keempat tahun 2026," tutur Bimo.

Bimo juga menuturkan pemerintah terus berupaya mengejar target penerimaan pajak 2026. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemanfaatan data perpajakan yang lengkap dan akurat melalui coretax system, penguatan SDM petugas pajak, hingga pelaksanaan upaya ekstensifikasi.

"Tentu kami tidak akan memaksakan ketika kondisi ekonomi ada perlambatan, tapi ceteris paribus. Sekarang mesin-mesin kami optimal," ujarnya.

Secara keseluruhan, realisasi penerimaan pajak pada semester I/2026 mencapai Rp1.035,7 triliun, naik 24,6% dari periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut juga mencapai 43,9% dari target APBN 2026 senilai Rp2.357,7 triliun.

Dilihat dari jenis pajaknya, realisasi dan pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM paling jumbo, yakni terkumpul Rp380 triliun, tumbuh 42,2%. Sementara itu, setoran PPh Badan dan deposit PPh Badan terkumpul Rp196,1 triliun, tumbuh 28,6%.

Untuk penerimaan dari PPh orang pribadi, PPh Pasal 21, dan deposit PPh Pasal 21 terealisasi Rp146 triliun, tumbuh 13,6%. Selanjutnya, realisasi penerimaan dari PPh final, PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 26 terealisasi Rp159,9 triliun atau tumbuh 1,4%.

Terakhir, penerimaan dari pajak lainnya terealisasi senilai Rp153,8 triliun atau tumbuh 22,7%. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.