[DDTCNews] Survei 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Ekonomi Kuartal II/2026 Diprediksi Melambat, Ini Kata Purbaya

Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 04 Agustus 2026 | 10.30 WIB
Ekonomi Kuartal II/2026 Diprediksi Melambat, Ini Kata Purbaya
<p>Menteri Keuangan yang juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan konferensi pers hasil rapat berkala KSSK III tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/wsj.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2026 akan melambat ketimbang kuartal I/2026 yang tumbuh 5,61%.

Purbaya menyebut perlambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya pecahnya perang antara AS dan Iran pada akhir Februari 2026, serta melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

"Kalau kita lihat prediksi empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6% untuk kuartal II/2026. Tapi mungkin enggak jauh dari 5,4%, jadi melambat tapi enggak parah-parah amat," ujarnya dalam konpers KSSK, dikutip pada Selasa (4/8/2026).

Purbaya menyampaikan berbagai langkah strategis terus dilakukan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Mulai dari menjaga stabilitas harga pangan dan energi, melakukan efisiensi anggaran, hingga meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos).

Tidak hanya itu, pemerintah akan mempererat koordinasi kebijakan lintas kementerian/lembaga, terutama dengan bank sentral. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi berjalan optimal.

"Kuartal II/2026 puncak-puncaknya menghadapi ketidakpastian, harga minyak tinggi, perang masih enggak jelas. Kami juga masih mengatur gimana supaya anggaran kita aman, banyak kapital keluar dan lain-lain," tutur Purbaya.

Purbaya menambahkan pemerintah akan meluncurkan berbagai stimulus untuk memacu konsumsi domestik. Selain itu, belanja pemerintah juga perlu digenjot untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, lanjutnya, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada semester II/2026 akan kembali menguat.

"Kami prediksi sih di semester II/2026 ekonominya bisa tumbuh, pulih ke arah 5,6% hingga 6% dengan kerja keras tentunya," tutur Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.