JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto berpandangan kebijakan perlu dilaksanakan secara cepat tanpa perlu diawali dengan penyusunan naskah akademik dan piloting yang berlarut-larut.
Menurut Prabowo, pemerintah perlu bertindak cepat karena rakyat yang sedang kesusahan membutuhkan solusi yang cepat dengan cara-cara yang tidak biasa.
"Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa. Tapi rakyat yang susah, tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan yang cepat. Kita tidak bisa dengan cara-cara biasa, Saudara-saudara sekalian. Kita harus berpikir besar, berpikir cerdas, berpikir praktis. Jangan teoretis," ujar Prabowo, dikutip pada Selasa (14/7/2026).
Langkah inilah yang ditempuh oleh pemerintah ketika mendorong pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Menurut Prabowo, penyusunan naskah akademik dan pilot project justru akan memperlambat implementasi program koperasi desa/kelurahan merah putih.
"Naskah akademik itu biasanya 8 bulan. Rapat sini, rapat situ, rapat sini, rapat situ. 'Dari naskah akademik nanti kita bikin pilot project, Pak. Pilot project itu 2 tahun. Habis itu kita coba di 100 desa dulu, Pak.' Ada 81.000 desa dan kelurahan. Rakyat itu suruh nunggu 8 tahun. Saya tidak mau," ujar Prabowo.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono pun mengatakan terdapat 83.000 akta badan hukum koperasi desa/kelurahan merah putih yang sudah dirampungkan.
Lebih lanjut, saat ini sudah ada 15.845 dari total 19.539 koperasi desa/kelurahan merah putih yang bangunan fisiknya sudah selesai dibangun.
"Koperasi desa/kelurahan merah putih, Insyaallah, nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang dan juga pertumbuhan ekonomi di desa," ujar Ferry. (dik)
