[Academy] TP Intragrup Jasa Juli 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
ENGLISH NEWS
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
MUSEUM REKOR - DUNIA INDONESIA

Rekor MURI, DDTC Library Rujukan Edukasi dan Perumusan Kebijakan Pajak

Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 10 Juli 2026 | 11.48 WIB
Rekor MURI, DDTC Library Rujukan Edukasi dan Perumusan Kebijakan Pajak
<p>Penyerahan&nbsp;piagam penghargaan sekaligus medali kepada DDTC pada&nbsp;Jumat (10/7/2026).Piagam dan medali diserahkan untuk pencatatan rekor DDTC Library sebagai Perpustakaan Pajak yang Memiliki Koleksi Literatur Perpajakan Terbanyak.&nbsp;</p>

JAKARTA, DDTCNews - Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) resmi menyerahkan piagam penghargaan sekaligus medali kepada DDTC pada hari ini, Jumat (10/7/2026). Penyerahan yang dilakukan bertepatan dengan momentum HUT ke-19 DDTC ini dilakukan langsung di DDTC Library, lantai 2 Menara DDTC, Jakarta.

Piagam dan medali diserahkan untuk pencatatan rekor DDTC Library sebagai Perpustakaan Pajak yang Memiliki Koleksi Literatur Perpajakan Terbanyak. Penyerahan dilakukan Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri kepada Founder DDTC Darussalam dan Danny Septriadi.

Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri mengatakan rekor Perpustakaan Pajak yang Memiliki Koleksi Literatur Perpajakan Terbanyak memang terpecahkan dan layak diberikan kepada DDTC Library. Harapannya, rekor ini menginspirasi seluruh pihak di Indonesia.

“Secara faktual [DDTC Library] memang layak memecahkan rekor. Harapan kami, pasti harapan Bapak juga, supaya rekor ini menginspirasi setiap warga bangsa untuk memperbarui dan memperkuat literasi tentang pajak dan segala aspeknya. Makin banyak yang ngerti pajak,” ujarnya.

Pemerintah, sambung Yusuf, juga sering menyampaikan bahwa pajak belum optimal. Di satu sisi, masyarakat awam juga melihat bahwa pajak sebagai sesuatu yang menakutkan. Dalam posisi sebagai warga negara, pada akhirnya hanya menerima saja bahwa pajak sebagai suatu kewajiban.

Dia berharap masyarakat bisa mendapat manfaat dari keberadaan DDTC Library, terutama sebagai sumber literatur perpajakan untuk para akademisi dan pemangku kebijakan. Terlebih, pajak merupakan multidisplin ilmu.

“Ini sangat membantu. Pengetahuan elementer terkait pajak juga akan membantu masyarakat awam seperti kami sehingga terbangun kesadaran pajak,” imbuh Yusuf.

Founder DDTC Darussalam menyampaikan terima kasih atas rekor yang disematkan kepada DDTC Library. Darussalam mengatakan literatur pajak yang memadai merupakan kunci utama agar tercipta masyarakat melek pajak.

Hal ini dikarenakan literatur akan membuat para edukator ataupun pemangku kebijakan memiliki perspektif yang luas serta pemahaman yang tepat. Artinya, mereka tidak hanya mengetahui hukum positif (aturan yang berlaku), tetapi juga konsep pajak dan international best practice.

Darussalam bercerita hingga saat ini, kontribusi perpajakan terhadap pendapatan negara sangat besar, sekitar 80%. Artinya, pembangunan yang ada di Indonesia masih sangat bergantung pada perpajakan. Sayangnya, secara keilmuan, pajak di Indonesia justru masih tertinggal.

Kondisi itu tecermin dari minimnya literatur yang komprehensif terkait dengan pajak yang seharusnya disediakan oleh pemerintah dan institusi pendidikan. Kekosongan inilah yang ingin diisi DDTC melalui berbagai koleksi literatur perpajakan di DDTC Library.

“Kondisi ini yang mendorong saya kalau bisa sebagai pionir untuk menggerakkan kampus dan government. Bagaimanapun, harusnya mereka yang memulai ini. Semoga ini menjadi trigger agar mereka lebih membekali diri,” ungkap Darussalam.

Darussalam mengatakan dengan literatur yang komprehensif, kebijakan dapat diramu dengan baik, bahkan turut mempertimbangkan international best practice. Dengan demikian, kebijakan juga dapat diterima oleh masyarakat. Hal yang serupa juga berlaku bagi akademisi, terutama saat membuat kajian.

“Jadi kampus-kampus pajak di Indonesia maupun pemerintah kalau membuat kebijakan atau kajian akademik, kalau enggak didukung pustaka yang lengkap, bisa dibilang itu malapraktik bukan?” ujarnya.

Koleksi Terus Diperbarui

Hingga saat ini, DDTC Library memiliki total 4.967 koleksi literatur yang mendukung kajian perpajakan sebagai multidisplin ilmu. Koleksi ini terdiri atas 3.259 buku koleksi perpajakan inti (core tax collection) dan 1.708 buku koleksi pendukung perpajakan (complementary tax collection).

Core tax collection mencakup literatur yang membahas berbagai aspek perpajakan nasional dan internasional. Complementary tax collection mencakup literatur pendukung perpajakan lintas disiplin, seperti hukum, akuntansi, ekonomi, dan perdagangan internasional yang terkait dengan perpajakan.

Berbagai koleksi literatur DDTC Library pada akhirnya membentuk ekosistem pengetahuan perpajakan yang komprehensif dan terintegrasi. Apalagi, situs web DDTC Library juga terhubung dengan platform digital lainnya, termasuk DDTCNews, Perpajakan DDTC, dan DDTC Academy.

DDTC juga menyadari bahwa dunia perpajakan terus berkembang sangat dinamis. Sejalan dengan kondisi tersebut, koleksi DDTC Library terus diperbarui. Literatur terkini selalu disediakan untuk memperkaya pengetahuan sesuai dengan tren terbaru dalam dunia perpajakan.

Berbagai literatur dikelompokkan ke dalam lebih dari 45 topik yang dibutuhkan. Contohnya, transfer pricing, international taxation, tax audit & dispute, tax law, tax administration, tax system, taxation & technology, business reorganization, tax research, taxes on income and wealth, serta topik lain.

Mayoritas koleksi DDTC merupakan literatur internasional dari berbagai penulis dan penerbit ternama. Beberapa penerbit yang dimaksud seperti IBFD, Wolters Kluwer, Routledge, Hart Publishing, Lexis Nexis, American Bar Association, dan lainnya.

Beragam publikasi domestik dan internasional karya profesional DDTC, termasuk 43 buku terbitan DDTC, selalu menggunakan rujukan koleksi DDTC Library. Artinya, publikasi yang dihasilkan sudah memuat beragam perspektif. Hal ini wujud konkret dari upaya memperkuat literasi berkelanjutan. (kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.