JAKARTA, DDTCNews – Perbaikan sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Keuangan, terutama di lingkungan Ditjen Pajak (DJP), dinilai turut berkontribusi dalam pertumbuhan penerimaan pajak nasional sebesar 23%.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memandang salah satu faktor yang mendorong penerimaan pajak tumbuh dobel digit ialah adanya perbaikan kinerja pegawai pajak, baik dari aspek kapasitas maupun perilaku.
"Pajak tumbuhnya sekarang 23%, tertinggi selama ini. Jadi, anggaran saya semakin aman," katanya dalam sebuah podcast, dikutip pada Senin (6/7/2026).
Sejak menjabat menjadi menteri keuangan, lanjut Purbaya, dirinya terus telah mewanti-wanti pegawai pajak untuk bersikap profesional, berintegritas, dan tidak melakukan penyelewengan. Sebab, jika nama instansi tercoreng justru hal itu akan menyurutkan rasa percaya para wajib pajak.
Tidak hanya itu, menteri keuangan juga mengingatkan pegawai pajak maupun keluarganya bakal ikut dimonitor oleh publik. Dia pun menegaskan akan bertindak tegas terhadap pegawai ataupun pejabat yang melakukan pelanggaran.
"Jadi, bahkan di tempat saya yang kecil saja, yang sudah saya monitor, masih ada seperti itu [penyelewengan]. Jadi di tempat saya sekarang, saya main kasar saja. Kalau Anda saya curigai, gue kotakin, gue enggak periksa-periksa lagi, baru mereka sekarang tertib," tutur Purbaya.
Sebelumnya, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan kinerja penerimaan pajak sepanjang Januari-Juni 2026 tumbuh sebesar 23%. Dia menilai pertumbuhan penerimaan yang positif didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi dalam negeri.
Bimo juga menyebut penerimaan pajak hingga Juni 2026 telah mencapai 45% dari target APBN 2026 yang dipatok senilai Rp2.357,7 triliun. Dengan demikian, realisasi penerimaan pajak hingga pertengahan tahun ini sudah sekitar Rp1.060,96 triliun.
"Kami mencatat kinerja penerimaan perpajakan itu alhamdullilah sangat baik. Dari Januari sampai dengan Juni, kami mencatat kira-kira pertumbuhan itu 23% lebih," ujar Bimo di Kantor Pusat DJP pekan lalu. (rig)
