JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja negara sepanjang Januari-Mei 2026 telah terealisasi Rp1.365,4 triliun, tumbuh 34,4% ketimbang periode yang sama pada tahun lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kinerja belanja pemerintah akan merata sepanjang tahun. Dengan demikian, anggaran belanja tidak ditahan atau baru digelontorkan menjelang akhir tahun fiskal seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Belanja negara tetap tumbuh 34,4%, bagus ini. Artinya, sesuai dengan target ya, karena kami selalu ingin mempercepat belanja," katanya, dikutip pada Minggu (7/6/2026).
Purbaya memaparkan belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat senilai Rp1.059,3 triliun dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp306,1 triliun.
Secara terperinci, belanja pemerintah pusat mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) dan belanja non K/L. Kedua jenis belanja kompak tumbuh positif. Selain itu, lanjut Purbaya, belanja pemerintah makin produktif dan memberikan manfaat yang baik.
"Kami ingin belanja terjadi merata sepanjang tahun, tidak hanya di triwulan keempat saja. Kita lihat, belanja pemerintah pusat semakin produktif," tuturnya.
Lebih lanjut, belanja pemerintah pusat melalui pos belanja K/L telah terealisasi senilai Rp517,7 triliun atau tumbuh 58,9%. Adapun realisasi belanja tersebut telah mencapai 34,3% dari pagu APBN 2026 yang ditetapkan senilai Rp1.510,5 triliun.
Kemudian, belanja non K/L terealisasi senilai Rp541,6 triliun atau tumbuh 47%. Pos belanja ini telah menyerap sebesar 33% pagu APBN yang ditetapkan senilai Rp1.639,2 triliun.
Kemenkeu mencatat pertumbuhan belanja K/L dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti pelaksanaan program MBG, penyaluran bansos, dan pembayaran tunjangan hari raya (THR). Sementara itu, pertumbuhan belanja non K/L dipengaruhi pembayaran manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi energi.
"Ini strategi pemerintah yang dipimpin oleh bapak presiden untuk memastikan uang pemerintah atau setiap rupiah yang dibelanjakan itu berdampak positif terhadap perekonomian, tepat waktu, dan tepat sasaran, sehingga kebocorannya sedikit," ujar Purbaya. (rig)
