APBN 2026

Anggaran Perjalanan Dinas dan Rapat Dipangkas, Negara Hemat Rp121,2 T

Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 01 April 2026 | 09.30 WIB
Anggaran Perjalanan Dinas dan Rapat Dipangkas, Negara Hemat Rp121,2 T
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mulai memperketat pengelolaan keuangan negara dengan cara memangkas belanja nonprioritas serta melakukan refocusing belanja kementerian dan lembaga.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut belanja nonprioritas antara lain mencakup perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial. Menurutnya, anggaran untuk sederet kegiatan tersebut akan dialihkan untuk program yang mendorong produktivitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Potensi prioritasisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini [menghemat belanja APBN] dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip pada Rabu (1/4/2026).

Airlangga menambahkan anggaran negara akan difokuskan pada belanja yang lebih produktif, termasuk menggelontorkan pagu untuk kepentingan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terkena bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga, serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran," katanya.

Adapun kebijakan efisiensi anggaran dan refocusing belanja kementerian/lembaga ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas APBN 2026. Seperti diketahui, konflik geopolitik di Timur Tengah yang memanas telah mengakibatkan kenaikan harga komoditas dunia dan gejolak perekonomian global.

Meski ada fluktuasi harga dan konflik geopolitik, Airlangga menjamin kondisi fiskal dan perekonomian Indonesia tetap stabil dan memiliki fundamental yang kokoh.

Dia juga mengeklaim pasokan BBM nasional tetap aman di tengah melonjaknya harga minyak dunia. Namun, dia mengatakan pemerintah tetap menyusun kebijakan yang adaptif guna menjaga keuangan negara tetap stabil ke depannya.

"Di tengah dinamika global yang menguji rantai pasok dunia, Indonesia menunjukkan diri sebagai bangsa yang adaptif, resiliensi, dan tangguh. Situasi ini bukan hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan berlaku yang modern dan efisien," kata Airlangga. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.