JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan mempercepat konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)di tengah melonjaknya harga minyak dunia.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan peralihan dari PLTD ke PLTS ini bertujuan untuk menghemat konsumsi minyak dan gas, sekaligus menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%. Terlebih, kepala negara telah memberikan instruksi agar konversi segera dihitung secara matang.
"Soal PLTD karena sekarang dengan harga minyak tinggi, Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga solar [surya atau energi matahari]," ujarnya, dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Dengan kata lain, pemerintah ingin beralih ke PLTS karena biaya energi dalam jangka panjang akan lebih rendah. Sebab, penggunaan BBM bisa dikurangi, sehingga menjadi lebih hemat dan tidak terlalu bergantung pada minyak atau gas.
Alhasil, pengeluaran negara untuk membeli BBM pun bisa ditekan, sehingga defisit dapat dijaga tidak melebihi 3% dari PDB, terutama ketika harga energi fosil seperti migas sedang bergejolak.
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan PLTD. Namun, dia tidak memperinci mandat presiden kepada superholding BUMN itu ke depannya.
"Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah PLTD tersebut," katanya.
Peralihan dari PLTD ke PLTS tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah akan menjajaki kebijakan fiskal dan non fiskal lainnya yang dapat diimplementasikan dalam jangka pendek, terutama dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia.
Airlangga pun menegaskan beberapa kebijakan dalam jangka pendek yang akan diterapkan antara lain tidak ada perubahan defisit APBN, rencana pemungutan bea keluar atas ekspor batu bara.
Kemudian, menggenjot volume produksi batu bara, serta menerapkan kebijakan fleksibilitas waktu kerja dengan mekanisme work from home supaya masyarakat bisa menghemat konsumsi BBM. (rig)
