JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah telah membayarkan bonus kepada atlet peraih medali pada ajang Asean Para Games 2026, Selasa lalu.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan pencairan bonus menjadi bentuk penghargaan kepada para atlet disabilitas yang berjuang dan mengantar Indonesia finis di ranking dua Asean Para Games 2026. Pemerintah juga menanggung pajak atas bonus yang dibayarkan kepada atlet.
"Atas nama pemerintah, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang dengan penuh semangat dan dedikasi," ujarnya, dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Erick menyebut Presiden Prabowo Subianto telah berpesan agar jumlah bonus yang diberikan kepada atlet Asean Para Games sama nilainya dengan peraih medali SEA Games lalu. Dengan kebijakan ini, atlet Asean Para Games bisa memperoleh bonus secara adil dan setara.
Kemenpora juga menanggung pajak atas bonus tersebut sehingga atlet menerima bonus dengan jumlah yang utuh berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga 19/2026.
Kontingen Indonesia berhasil mencatatkan prestasi dengan perolehan 135 medali emas, melampaui target awal 82 medali emas, serta dilengkapi dengan 143 medali perak dan 114 medali perunggu. Perolehan medali ini mengantarkan Indonesia menempati peringkat kedua pada klasemen akhir Asean Para Games 2026.
Adapun bonus yang diberikan pemerintah adalah Rp1 miliar untuk peraih medali emas nomor perorangan, Rp800 juta untuk peraih medali emas nomor ganda, serta Rp500 juta untuk peraih medali emas nomor beregu.
Sementara untuk para pelatih, perinciannya yakni Rp300 juta untuk pelatih nomor perorangan dan ganda, serta Rp400 juta untuk pelatih nomor beregu.
Secara keseluruhan, total bonus yang disalurkan kepada para atlet peraih medali Asean Para Games senilai hampir Rp365 miliar.
"Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa prestasi atlet para games dihargai secara adil dan setara," ujar Erick. (dik)
