JAKARTA, DDTCNews - Hasil survei yang dilakukan oleh pemerintah menunjukkan akan ada 143,91 juta orang akan mudik pada periode libur lebaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi jumlah pemudik tersebut menurun bila dibandingkan dengan hasil survei pada 2025. Meski demikian, dia meyakini jumlah pemudik akan melebihi jumlah pada hasil survei.
"Angka ini memang turun 1,75% dari survei 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian, realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas pada masa Lebaran cenderung melampaui angka survei," katanya, dikutip pada Minggu (15/3/2026).
Bila diperinci berdasarkan moda transportansi, lanjut Dudy, terdapat 76,24 juta pemudik yang mudik menggunakan mobil pribadi.
"Perkiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan lebaran 2026 yaitu Bandara Soekarno-Hatta, lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, dan Stasiun Pasar Senen, serta terminal Pulogebang," ujarnya.
Guna mendukung kelancaran arus mudik, Dudy menuturkan pemerintah telah menyiapkan 31.000 unit bus, 840 kapal laut, 254 kapal penyeberangan, 372 pesawat udara, serta 3.687 unit sarana kereta api.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyelenggarakan program mudik gratis menggunakan moda transportasi darat, laut, dan kereta api yang ditargetkan melayani 113.262 penumpang dan 12.140 sepeda motor.
"Program mudik gratis kami juga berikan untuk daerah pascabencana di Sumatera meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," tutur Dudy.
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan Kepolisian bersama instansi terkait akan menerjunkan 161.243 personel untuk pengamanan mudik pada tahun ini.
"Target kita mempertahankan tingkat kepuasan masyarakat di tahun 2025 kemarin, di mana 90,9% masyarakat puas dengan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan perjalanan di masa libur 2025," katanya. (rig)
