[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Airlangga: Kawasan Industri Madura Bakal Tarik Investasi China

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09.30 WIB
Airlangga: Kawasan Industri Madura Bakal Tarik Investasi China
<p>Ilustrasi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr</p>

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Indonesia dan China menandatangani sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) guna memperkuat kerja sama di bidang investasi dan pengembangan kawasan industri.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu fokus kerja sama tersebut ialah pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Menurutnya, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

"Kawasan di Madura ini ke depannya menjadi pusat industri berat di Indonesia, [yang melengkapi ekosistem industri] petrokimia di Gresik. Jadi dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang," ujarnya, dikutip pada Sabtu (8/8/2026).

Airlangga menjelaskan kerja sama investasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan MoU antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee.

Selain itu, kedua pihak juga menandatangani Agreement on Joining the Guangdong Asean Industrial Park International Cooperation Alliance bersama Wiraraja Madura Industrial Estate. Kesepakatan ini ditujukan untuk memperkuat integrasi kawasan industri Indonesia dan China.

Menurut Airlangga, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura menjadi bagian dari kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan China. Melalui skema tersebut, kedua negara akan mengembangkan sejumlah klaster industri di kawasan tersebut, antara lain industri cokelat, matras, tekstil, benang, serta berbagai industri manufaktur padat karya lainnya.

Selain kerja sama kawasan industri, Indonesia dan China juga sepakat menerapkan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan nilai hingga US$50 miliar. Skema tersebut diharapkan mempermudah transaksi perdagangan bilateral melalui penggunaan mata uang masing-masing sehingga mengurangi ketergantungan pada mata uang negara lain.

"Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain," kata Airlangga.

Pemerintah berharap rangkaian kerja sama tersebut mampu menarik investasi yang berkualitas, khususnya pada sektor industri berteknologi tinggi, mempercepat hilirisasi dan pengembangan kawasan industri baru, serta menciptakan lapangan kerja.

Guna mendukung realisasi investasi, pemerintah berkomitmen mempercepat proses perizinan baik di tingkat pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun kementerian dan lembaga terkait. Dengan langkah tersebut, investasi diharapkan dapat segera terealisasi sehingga mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Madura maupun Jawa Timur. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.