JAKARTA, DDTCNews - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat realisasi APBD.
Tito mengatakan percepatan realisasi APBD bertujuan menstimulasi perekonomian nasional. Menurutnya, belanja pemerintah merupakan instrumen utama dalam memutar roda ekonomi nasional sekaligus menggerakkan sektor swasta.
"Karena belanja pemerintah adalah belanja utama selain untuk terjadinya peredaran uang, menstimulasi swasta," katanya, dikutip pada Rabu (11/3/2026).
Tito mengatakan pengelolaan keuangan daerah yang ideal ditandai dengan tingginya realisasi pendapatan dan belanja pemda. Dengan pendapatan dan belanja yang kuat, uang dapat beredar di masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dia mengapresiasi daerah-daerah yang telah berhasil mengelola keuangan daerah dengan kondisi ideal tersebut. Misal, Provinsi Jawa Barat mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 16% dan belanja sebesar 15%.
Sebaliknya, dia menyayangkan masih adanya beberapa daerah yang berhasil mencatatkan pendapatan cukup tinggi, tetapi tidak optimal dalam merealisasikan belanjanya. Kondisi ini membuat dana APBD yang semestinya dapat digunakan untuk pembangunan justru lebih banyak mengendap atau tersimpan di bank.
"Nah, kalau pendapatannya tinggi, belanjanya rendah, ya Alhamdulillah punya simpanan, tapi belanja rendah. Perputaran uangnya kurang bergerak," ujarnya.
Di sisi lain, Tito turut mengapresiasi keberhasilan pemda dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, salah satunya Kepulauan Riau, yang secara year-on-year tumbuh 7,89%. Capaian ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,39% pada kuartal IV/2025.
Tidak hanya itu, tingkat inflasi pada Februari 2026 secara year-on-year di provinsi tersebut juga sangat terkendali, yakni 3,54%. (dik)
