[Academy] TP Intangible Juli 2026
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
APBN 2026

Banggar DPR Soroti SiLPA APBN Semester I/2026 Tembus Rp255,5 Triliun

Muhamad Wildan
Rabu, 22 Juli 2026 | 18.30 WIB
Banggar DPR Soroti SiLPA APBN Semester I/2026 Tembus Rp255,5 Triliun
<p>Ketua Badan Anggaran Said Abdullah. Foto: Geraldi/vel/emedia.dpr.go.id)</p>

JAKARTA, DDTCNews – Badan Anggaran (Banggar) DPR menyoroti sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) pada semester I/2026 yang menyentuh Rp255,5 triliun.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah berpandangan angka SiLPA dimaksud melampaui tren SiLPA pada semester I/2026 tahun-tahun sebelumnya. Menurut Said, lonjakan SiLPA perlu mendapatkan perhatian serius agar tidak menimbulkan beban fiskal.

"Selama saya di Banggar 11 tahun, biasanya rata-rata SiLPA itu sekitar Rp70 triliun. Sekarang mencapai Rp255,5 triliun dan ini belum pernah terjadi," tuturnya, dikutip pada Rabu (22/7/2026).

Lonjakan SiLPA timbul akibat pembiayaan anggaran yang sudah mencapai Rp452 triliun, jauh di atas defisit anggaran per semester I/2026 yang baru senilai Rp196,5 triliun.

Said berpandangan tingginya SiLPA mengindikasikan adanya investasi pemerintah yang belum terealisasi secara optimal pada semester I/2026. Kondisi ini diklaim mengurangi efektivitas APBN bila tak kunjung dimanfaatkan hingga akhir tahun.

Dana yang menganggur dalam bentuk SiLPA juga bakal menambah beban anggaran mengingat pemerintah tetap harus menanggung beban bunga atas pembiayaan yang tak terpakai tersebut.

"Kalau pembiayaan dan investasi itu tidak dieksekusi sampai semester II/2206, maka dana tersebut tidak produktif. Padahal Rp255,5 triliun itu kalau tidak dipergunakan pemerintah akan menjadi beban bunga sekitar 7,2%," kata Said.

Oleh karena itu, Banggar DPR meminta pemerintah untuk menjelaskan penyebab lambatnya realisasi pembiayaan investasi serta mendorong pemerintah untuk mempercepat penggunaan anggaran.

"Kami ingin mengetahui sampai sejauh mana program pembiayaan dan investasi dilakukan pemerintah. Jangan sampai uang yang sudah disiapkan justru menjadi beban karena tidak dimanfaatkan," ujar Said. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.