JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong jajarannya untuk meningkatkan tax ratio Indonesia ke kisaran 11% dari PDB pada tahun depan.
Bila otoritas perpajakan mampu mendorong peningkatan tax ratio menjadi setidaknya mendekati 11% dari PDB, Purbaya berjanji akan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan bonus.
"Kita perhatikan juga kesejahteraan Anda. Kalau income naik dengan bagus, let's say tax ratio kita tahun depan bisa naik mendekati 11%, saya akan minta bonus ke Pak Presiden supaya Anda semua dapat bonus," ujar Purbaya dalam acara pelantikan pejabat eselon II Kemenkeu, Selasa (10/3/2026).
Oleh karena itu, Purbaya meminta jajarannya untuk meningkatkan kinerja dan menjaga integritas agar penerimaan pajak tumbuh double digit dengan tax ratio mencapai 11% dari PDB.
"Itu bukan maunya saya, itu maunya Pak Presiden. Kalau capaian kita di bawah itu, kita disoroti semua nanti. Yang diincar pertama Pak Dirjen Pajak, habis itu Dirjen Bea dan Cukai, saya nomor 3 lah. Saya enggak bisa lari dari itu," ujar Purbaya.
Purbaya mengatakan dirinya akan lebih giat memantau kinerja Ditjen Pajak (DJP) dan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) selepas Hari Raya Idulfitri.
"Saya akan datang ke tempat Anda lebih sering. Jadi, Anda jangan main-main, kita bangun bersama DJP dan DJBC supaya income kita bisa naik," ujar Purbaya.
Pada saat yang sama, Purbaya mengapresiasi perbaikan kinerja DJP dan DJBC dalam beberapa waktu terakhir. Terkait DJP, Purbaya mengatakan penerimaan pajak tercatat mampu bertumbuh sebesar 30% seiring dengan implementasi coretax.
"Di DJP kita galakkan coretax, digitalisasi yang masih banyak bolongnya itu. Tapi, saya lihat menarik juga coretax itu dan bagus kinerjanya. Naik berapa gara-gara coretax? 30% naik," ujar Purbaya.
Terkait dengan DJBC, Purbaya mengatakan perbaikan kinerja DJBC sudah mendapatkan perhatian dari presiden sehingga pemerintah belum berencana untuk menggantikan unit eselon I tersebut dengan SGS.
"Beberapa minggu lalu saya rapat di Istana dengan presiden. Biasanya selalu bilang 'DJBC bubarkan, ganti SGS!', selalu begitu. Kemarin beda, 'Tadinya saya berpikir kita harus gantikan DJBC dengan SGS, tapi ternyata ada perbaikan. Saya lihat ada perbaikan di sana dan saya yakin kita bisa memperbaiki DJBC sehingga tidak perlu diberikan ke SGS'. Ini penghargaan yang luar biasa. Kita belum sampai, tapi sudah dilihat ada kemajuannya," ujar Purbaya. (dik)
