JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah meyakini reformasi birokrasi di Ditjen Pajak (DJP) dan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC), serta perbaikan coretax system turut mendongkrak kinerja penerimaan negara pada awal kuartal II/2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perbaikan kinerja instansi dan coretax turut mendorong kepatuhan wajib pajak dalam membayar dan melaporkan pajak. Sejalan dengan itu, penerimaan pajak mampu tumbuh sebesar 16,1% hingga April 2026.
"Ini karena keberhasilan coretax juga. Sekarang coretax kerjanya otomatis, tiap orang bayar pajak, datanya masuk ke coretax. Ketika lapor SPT, orang tidak perlu isi data lagi karena sudah otomatis masuk sehingga orang enggak bisa ngibul-ngibul bayar pajak," ujarnya dalam Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/6/2026).
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan kinerja fiskal supaya pemasukan negara tetap optimal.
Dia menuturkan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak ataupun menambah pajak baru yang berpotensi membebani masyarakat. Sebab, jika masyarakat terbebani, daya belinya akan menurun. Hal ini dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas ekonomi serta konsumsi domestik.
"Saya enggak akan menaikkan tarif pajak. Saya akan bikin ekonomi bagus, sehingga orang banyak duit dan mereka bisa bayar pajak dengan gembira," ucapnya.
Purbaya berjanji akan melanjutkan reformasi di lingkungan DJP dan DJBC guna memastikan dua unit vertikal Kemenkeu tersebut bekerja lebih giat, profesional, dan berintegritas. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap para fiskus pun meningkat dan itu menjadi kunci penting untuk meningkatkan penerimaan perpajakan.
Di sisi lain, anggaran negara akan dikelola secara lebih efisien, efektif, dan terarah. Serangkaian langkah ini ditempuh guna memastikan perekonomian tumbuh terakselerasi dan defisit APBN tetap di bawah 3% dari PDB.
"Saya sudah reformasi perpajakan dan bea cukai, walau kata presiden kemarin dirjennya mesti dicopot, ini sudah membaik. Kita defisit anggaran tinggal 0,64% dari PDB, keseimbangan primer sudah surplus juga, artinya, kita sudah berkesinambungan lagi fiskalnya," tutup Purbaya. (dik)
