JAKARTA, DDTCNews - Pelaksanaan cek kesehatan gratis pada 2026 akan difokuskan pada penanganan hasil pemeriksaan bagi masyarakat yang diketahui memiliki masalah kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program cek kesehatan gratis tidak berhenti pada proses skrining, tetapi dilanjutkan pada pencegahan dan penanganan yang terintegrasi secara gratis.
"Target kita di 2026 bukan hanya melakukan cek kesehatan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat. Bukan hanya pemeriksaannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis," ujar Budi, dikutip Minggu (25/1/2026).
Dengan pergeseran fokus ini, pemerintah akan memberikan pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan ketika mengikuti cek kesehatan gratis.
Penanganan diberikan melalui jaminan kesehatan nasional (JKN). Dalam hal masyarakat belum menjadi peserta BPJS Kesehatan, mereka akan diarahkan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta.
Menurut Dirjen Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi, data cek kesehatan gratis 2025 menunjukkan adanya tantangan kesehatan pada berbagai kelompok usia.
Sebanyak 6 dari 100 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, 31% balita mengalami gigi berlubang, 1 dari 5 remaja memiliki tekanan darah di atas normal, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas sentral, dan 51% lansia mengidap hipertensi.
"Mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di puskesmas pada hari yang sama," ujar Maria. (rig)
