JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani untuk membahas program hilirisasi 2026.
Pertemuan tersebut terlaksana pada akhir pekan lalu di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo dan Rosan membahas perkembangan proyek hilirisasi oleh Danantara, yang akan melakukan groundbreaking pada awal bulan depan.
"Program tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia dengan total investasi sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp100 triliun," katanya, dikutip pada Senin (5/1/2026).
Teddy menjelaskan program hilirisasi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Proyek hilirisasi ini akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi yang signifikan.
Saat ini, Danantara tengah menyiapkan groundbreaking di 5 titik proyek hilirisasi, yang dijadwalkan terlaksana pada awal bulan depan.
Tidak hanya hilirisasi, agenda strategis lainnya yang turut dibahas dalam pertemuan Prabowo dan Rosan adalah perkembangan proyek waste to energy yang berfokus pada penertiban pengelolaan sampah. Pemerintah menaruh perhatian besar pada program ini karena dinilai mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi.
"Sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang, namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi," ujarnya.
Menurut Teddy, proyek ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi industri, peningkatan investasi strategis, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan di berbagai daerah. (dik)
