OTTAWA, DDTCNews - Pemerintah Kanada memperpanjang kebijakan pembebasan sementara cukai federal atas bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir Januari 2027. Pembebasan cukai BBM semula dijadwalkan berakhir pada 7 September 2026.
Menteri Keuangan Francois-Philippe Champagne mengatakan cukai BBM akan diterapkan kembali secara bertahap dengan masa transisi sebesar setengah dari tarif normal. Pengenaan cukai BBM secara penuh akan kembali berlaku mulai 1 April 2027.
"Kanada sedang membangun masa kini dan masa depan," katanya, dikutip pada Kamis (3/9/2026).
Pemerintah sebelumnya menghentikan sementara pengenaan cukai federal atas BBM pada April 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga bahan bakar.
Tanpa perpanjangan, berakhirnya masa pembebasan cukai pada 7 September 2026 akan meningkatkan harga bensin sekitar 10 sen Kanada per liter. Sementara itu, harga solar dan avtur akan naik sekitar 4 sen Kanada per liter.
Champagne mengatakan pemerintah masih mampu memperpanjang kebijakan tersebut karena perekonomian dinilai tetap tangguh. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut meningkatkan penerimaan pemerintah.
Menurutnya, masyarakat Kanada tidak seharusnya menanggung beban finansial yang besar akibat konflik geopolitik yang tidak mereka sebabkan.
Perpanjangan pembebasan cukai BBM memang memberikan keringanan bagi konsumen dalam jangka pendek. Namun, kebijakan tersebut diperkirakan menambah beban fiskal pemerintah federal.
Pemerintah Kanada diperkirakan kehilangan penerimaan hampir CAD2 miliar atau sekitar Rp25,57 triliun selama 4 bulan tambahan pembebasan cukai. Jika dihitung untuk keseluruhan periode 9 bulan, nilai penerimaan yang tidak terkumpul diperkirakan mencapai CAD5,3 miliar atau Rp67,77 triliun.
Kondisi tersebut berpotensi memperbesar defisit anggaran pemerintah federal yang saat ini diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Kanada.
Meski populer di kalangan konsumen, para ekonom menilai pembebasan cukai BBM tidak memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ekonom berpandangan jika pemerintah ingin menggunakan kebijakan cukai untuk mendorong pertumbuhan, pemangkasan PPh badan dan PPh orang pribadi dinilai lebih efektif. Insentif yang mendorong investasi perusahaan, seperti capital cost allowance, juga dinilai memiliki dampak lebih besar.
Sebaliknya, pemangkasan pajak konsumsi seperti GST dan cukai BBM dinilai memiliki efek yang lebih terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah mungkin secara politik cerdas, tetapi ini tentu bukan kebijakan ekonomi yang baik," kata pengamat kebijakan pajak sekaligus President's Fellow pada School of Public Policy, University of Calgary, Jack Mintz dilansir nationalpost.com. (dik)
