Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
RESENSI BUKU

Menempatkan Etika dan Moral dalam Lanskap Perpajakan

Gallantino Farman
Kamis, 24 September 2026 | 19.57 WIB
Menempatkan Etika dan Moral dalam Lanskap Perpajakan

BUKU Ethics and Taxation: Navigating Responsibility in the Evolving Tax Landscape yang disunting oleh Jo Badisco dan Elly Van de Velde menandai perubahan paradigma yang fundamental (ethical turn) dalam lanskap perpajakan global yang modern.

Kebaruan utama buku ini dapat dilihat dari kontribusi para penulis untuk menjembatani gap yang kian melebar antara hukum pajak (letter of the law) dan tujuan dibuatnya peraturan perundang-undangan perpajakan (spirit of the law) di tengah skandal perencanaan pajak yang agresif.

Badisco dan Van de Velde menegaskan bahwa hukum positif dinilai tidak lagi memadai untuk menjaga kepercayaan publik. Untuk itu, etika dan tanggung jawab pribadi (personal responsibility) harus diintegrasikan secara kelembagaan ke dalam seluruh praktik perpajakan.

Pemikiran Asa Gunnarsson menjadi bab pembuka dengan menyarankan reorientasi doktrin hukum pajak yang normatif dari sekadar upaya efisiensi ekonomi dan netralitas fiskal, menuju kesejahteraan warga negara (citizen well-being).

Pandangan Gunnarsson juga diperdalam oleh Sonja Dusarduijn melalui kerangka penerapan capability approach yang diperkenalkan oleh Nussbaum (1988) dalam ranah redistribusi fiskal.

Alih-alih berfokus pada pemerataan sumber daya finansial secara abstrak, Dusarduijn berpendapat hukum pajak kini harus bisa menjamin kemampuan setiap warga negara agar dapat hidup secara bermartabat, terutama yang tergolong rentan.

Selain itu, buku ini juga membedah moral para praktisi dan profesional perpajakan yang sering kali tertekan oleh komersialisasi pasar sehingga para praktisi tidak selalu menyadari apakah praktik yang dijalankan telah sesuai dengan pertimbangan moral atau tidak.

Dengan menggunakan filosofi virtue ethics, Bastiaan van Ganzen dan Elody Hutten menunjukkan bagaimana tekanan dunia usaha untuk mencapai efisiensi biaya dapat mengikis pertimbangan moral.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badisco dan Van de Velde menawarkan terobosan desain institusional untuk mengalihkan beban kepatuhan, sekaligus memperluas ruang moral agency bagi profesional pajak agar tidak terjebak dalam letter of the law semata.

Konsep tata kelola korporasi dihadirkan oleh Hans Gribnau, Ronald Russo, dan Joost Engelmoer melalui integrasi pajak ke dalam kerangka kebijakan CSR dan ESG.

Penerapan instrumen seperti Tax Governance Code dan B-Team Responsible Tax Principles di Belanda membuktikan bahwa perilaku korporasi telah bergeser dari sekadar manajemen risiko internal menjadi komitmen untuk transparan dan mempertimbangkan personal responsibility.

Enelia Jansen van Rensburg menutup buku ini melalui analisis etis dalam perjalanan panjang evolusi GAAR dari 1941 hingga 2006 di Afrika Selatan.

Baik pendekatan subjektif maupun objektif yang digunakan dalam menentukan tujuan dari suatu perencanaan pajak, van Rensburg merefleksikan bahwa GAAR secara implisit telah mempertimbangkan moral (culpability in criminal and the law of delict).

Buku ini berhasil menyempurnakan gagasan bahwa pajak bukanlah sekadar instrumen teknis-hukum, melainkan praktik moral kolektif yang membutuhkan kesadaran bersama demi mewujudkan keadilan sosial (common good).

Hal ini senada dengan perspektif Founder DDTC Darussalam yang merupakan sosok pakar pajak terkemuka di Indonesia, bahwa moral pajak harus dibangun sejak usia dini dan secara kolektif untuk membentuk masyarakat sadar pajak sebagai modal kepatuhan pajak sukarela.

Buku ini bermanfaat bagi praktisi, akademisi, dan pembuat kebijakan pajak di Indonesia terutama dalam menjawab tantangan yang dihadapi saat ini terkait kepatuhan pajak yang juga membutuhkan ethical turn.

Tertarik membaca buku ini? Silakan kunjungi DDTC Library.

Hingga saat ini, DDTC Library memiliki total 5.053 koleksi literatur yang mendukung kajian perpajakan sebagai multidisiplin ilmu dan telah meraih rekor MURI sebagai Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Terbanyak di Indonesia pada 10 Juli 2026.

Sebelum mengunjungi DDTC Library, publik bisa terlebih dahulu melakukan konfirmasi lewat hotline: +62-21-2938-2700 atau email: [email protected].

Kunjungi pula Instagram DDTC Library untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru terkait dengan literatur perpajakan. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.