PHNOM PENH, DDTCNews - Pemerintah Kamboja berencana memperpanjang periode pembebasan pengenaan special tax untuk semen lokal selama 2 tahun.
Perdana Menteri Hun Manet mengatakan pembebasan special tax sebesar 5% untuk semen dapat dinikmati hingga 2028, dari yang semestinya berakhir pada Desember 2026. Menurutnya, kebijakan itu bertujuan memacu investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan produksi semen lokal.
"Pemerintah akan terus memberikan insentif pajak untuk produk semen dalam negeri, sebuah keuntungan yang telah diberikan pemerintah selama bertahun-tahun demi mendukung perusahaan semen lokal," katanya, dikutip pada Sabtu (27/6/2026).
Perpanjangan periode penghapusan special tax atas semen tersebut disampaikan Manet saat bertemu dengan Asosiasi Produsen Semen Kamboja (CCMA). Pada forum tersebut, dia mengatakan pemerintah akan terus mendukung investor domestik dan asing yang beroperasi di Kamboja.
Dia juga mendorong asosiasi terus memperkuat rantai produksinya agar dapat memasok semen secara merata di pasar domestik. Pada saat yang sama, ia mendesak para produsen semen untuk mempertahankan standar produk yang tinggi sambil menjaga harga tetap kompetitif untuk mendapatkan kepercayaan konsumen.
Sementara itu, CMMA menyatakan 6 perusahaan anggotanya telah menginvestasikan sekitar US$1,2 miliar di Kamboja dan memiliki kapasitas produksi gabungan sekitar 12 juta ton semen per tahun, tidak termasuk semen impor.
Saat ini, perusahaan lokal mampu memasok antara 8 hingga 9 juta ton semen ke pasar domestik setiap tahunnya, dengan menggunakan 85% bahan baku lokal di seluruh rantai produksinya.
Industri semen juga telah menciptakan 2.119 lapangan kerja, termasuk 1.900 karyawan Kamboja, yang mewakili 90% dari angkatan kerjanya.
Sekretaris Jenderal CCMA Puth Chandarith menyebut industri semen saat ini tidak menghadapi tantangan yang signifikan. Selain itu produsen semen telah memiliki rantai produksi yang mapan dan siap untuk berekspansi tanpa memerlukan investasi tambahan.
Menurutnya, perpanjangan periode pemembasan special tax akan mendorong perusahaan untuk berinvestasi lebih lanjut dalam peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan keterampilan pekerja.
"Dukungan ini akan membantu memperluas rantai produksi dan menciptakan lebih banyak peluang kerja," katanya dilansir kiripost.com.
Chandarith menambahkan insentif pajak yang berkelanjutan akan mendorong industri semen untuk memperkuat program pelatihan kepada pekerja serta berkontribusi pada pembangunan negara. (dik)
