CHISINAU, DDTCNews - Menteri Kesehatan Moldova Emil Ceban menolak rencana reformasi PPN yang diusulkan oleh Kementerian Keuangan karena bakal berefek pada harga obat-obatan.
Dalam usulan Kementerian Keuangan, tarif PPN atas obat-obatan yang saat ini sebesar 8% bakal dinaikkan ke tarif standar sebesar 20%. Menurut Ceban, rencana kebijakan tersebut berisiko menaikkan harga obat-obatan serta menambah beban pada sistem kesehatan di Moldova.
"Reformasi ini akan menghancurkan sistem kesehatan dan menyebabkan serangkaian kenaikan harga. Moldova belum siap untuk hal seperti ini karena sistem kesehatan kita rentan," katanya, dikutip pada Rabu (24/6/2026).
Ceban menekankan sistem kesehatan saat ini tidak siap dengan kenaikan tarif PPN. Rencana kenaikan tarif PPN diperkirakan bakal langsung berefek pada individu rentan yang bergantung pada obat-obatan bersubsidi.
Secara lebih luas, dia menjelaskan kenaikan tarif PPN dapat mengurangi daya beli obat-obatan dan menghambat pilihan kompensasi bagi pasien dengan penyakit kronis dan kelompok rentan lainnya. Menurutnya, sistem asuransi kesehatan di Moldova sudah berada di bawah tekanan yang signifikan sehingga kenaikan PPN dapat mengganggu rencana memperluas layanan.
"Kita memiliki banyak orang yang menganggur, sakit, lanjut usia, atau hidup sendirian, sementara sistem kesehatan kita masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ujarnya dilansir moldova1.md.
Tak hanya itu, wacana kenaikan tarif PPN juga berpotensi menghambat rencana pemerintah menaikkan gaji tenaga kesehatan. Rencana kenaikan gaji tenaga kesehatan telah mengemuka sejak pandemi Covid-19.
Sebagai informasi, dalam rencana kebijakan fiskal 2027, Kementerian Keuangan mengusulkan standardisasi tarif PPN dengan menghapus tarif khusus yang saat ini diterapkan di berbagai sektor. Perubahan ini antara lain akan berdampak pada sektor makanan, obat-obatan, e-commerce, hotel dan restoran, otomotif, serta sumber daya energi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Andrian Gavrilita turut mengomentari polemik dampak rencana reformasi PPN terhadap sektor kesehatan. Menurutnya, setiap tambahan penerimaan yang dihasilkan dari reformasi PPN bakal dialokasikan secara eksklusif untuk sektor kesehatan. (dik)
