VIETNAM

Pacu Manufaktur, Negara Ini Pangkas Tarif Bea Keluar Produk Mineral

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 11 Juni 2026 | 14.30 WIB
Pacu Manufaktur, Negara Ini Pangkas Tarif Bea Keluar Produk Mineral
<p>Ilustrasi.</p>

HANOI, DDTCNews - Pemerintah Vietnam memangkas tarif bea keluar atas ekspor sejumlah komoditas mineral sebagai stimulus untuk mendorong kinerja industri pengolahan mineral dalam negeri.

Pemerintah telah menerbitkan Dekrit 201/2026/ND-CP, yang memuat perubahan pos tarif bea keluar untuk beberapa produk mineral. Harapannya, investasi teknologi pengolahan mineral yang lebih canggih meningkat dan memberikan kepastian usaha bagi manufaktur.

"Kebijakan baru ini dirancang untuk mendorong pelaku bisnis berinvestasi pada teknologi pengolahan mineral yang canggih, meningkatkan nilai tambah, dan mendukung pengembangan industri berteknologi tinggi," ujar Kementerian Keuangan, dikutip pada Kamis (11/6/2026).

Secara terperinci, dekrit pemerintah menyatakan tarif bea keluar atas ekspor komoditas fluorit yang mengandung kalsium fluorida lebih dari 97%, akan dipangkas dari 10% menjadi 5%.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menurunkan tarif bea keluar menjadi 0% untuk bismut dan produk yang terbuat dari bismut, termasuk limbah sisa.

Insentif nol persen itu juga berlaku untuk ekspor semen bismut berbentuk residu padat (kue) dan produk semen bismut dengan kandungan bismut sebesar 70% - 99,99% dari berat total produk.

Untuk diperhatikan, beberapa komoditas mineral di atas biasanya digunakan pada berbagai industri seperti kimia, metalurgi, medis dan kedokteran, serta kaca dan keramik.

Pemerintah meyakini ketika tarif bea keluar pada produk mineral hasil pengolahan diturunkan maka pelaku industri dapat memperoleh margin keuntungan atau profit yang lebih besar saat mengekspor produknya.

Kebijakan penurunan tarif pungutan ekspor itu juga selaras dengan strategi pemerintah untuk membangun industri manufaktur berteknologi tinggi dan sektor-sektor strategis lainnya. Selain itu, rancangan tersebut selaras pula dengan strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

"Penyesuaian kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong perusahaan berinvestasi pada teknologi, memperluas kegiatan hilirisasi, dan memanfaatkan sumber daya mineral secara lebih efisien," tulis Kemenkeu Vietnam, seperti dilansir en.vietnamplus.vn. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.